Wali Kota Solo Berharap RS Kardiologi Jadi Pusat Kesehatan Unggulan Jateng
- 14 Mei 2026 13:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Resmi sudah melayani pasien asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates Indonesia diharapkan Wali Kota Solo bisa menjadi pusat pelayanan kesehatan unggulan Jawa Tengah (Jateng).
Hal itu dikatakannya setelah menghadiri Grand Launching kerja sama Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates Indonesia bersama BPJS Kesehatan pada Rabu, 13 Mei 2026, yang juga dihadiri Direktur RS Kardiologi Emirates-Indonesia, dr. Ali Zaenal Abidin dan Kepala BPJS Cabang Solo, Debbie Nianta Musigiasari.
Dikatakan Respati Ardi, kerja sama ini juga menjawab tantangan terkait fasilitas Rumah Sakit Kardiologi yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pihak, baik masyarakat Solo sendiri atau wilayah sekitar.
"Ini menjawab tantangan betul bahwa tidak hanya warga Solo tetapi di Jawa Tengah bahkan lintas Provinsi untuk menjadi salah satu alternatif berobat," kata Respati Ardi.
Ditambahkan Respati Ardi juga, Pemerintah Kota selalu menjaga dan mengawal pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Kardiologi. Dirinya berharap Rumah Sakit kerja sama Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia yang berada di Solo ini, bisa menjadi rumah sakit unggulan.
"Kami berharap Rumah Sakit Kardiologi Emirates ini menjadi pusat layanan kesehatan unggulan dan tentunya menjadi jawaban hadirnya Pemerintah dalam melayani fasilitas kesehatan. Saya harapkan juga layanan BPJS bisa lebih mengoptimalkan kembali kinerja dari pelayanan tenaga medis," katanya menambahkan.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan melalui daring menegaskan bahwa kerja sama pihaknya dengan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia untuk memberikan kesempatan bagi siapapun bisa mendapatkan pelayanan kesehatan medis jantung dengan fasilitas yang canggih.
"Kita ingin memastikan bahwa akses terhadap tindakan medis jantung yang canggih tidak lagi menjadi sebuah kemewahan, melainkan hak yang bisa dinikmati oleh seluruh perserta jaminan kesehatan nasional tanpa terkecuali," ucap Abdi Kurniawan.
Menilai banyak pengalaman kurang baik dari pasien peserta BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan meminta seluruh tenaga medis dan non-medis yang bertugas bisa selalu menyambut baik pasien yang datang meskipun itu adalah peserta asuransi BPJS.
"Pesan mendalam kepada seluruh tenaga medis dan non-medis serta petugas yang ada di lapangan bahwa teknologi medis yang canggih di rumah sakit harus dibarengi dengan pelayanan yang menyentuh di sisi kemanusiaan dan humanis. Sambutlah setiap peserta kami, peserta BPJS kesehatan dengan senyum dan penuh kehangatan," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....