Respati Ardi Siapkan Road Map Pengelolaan RS Kardiologi

  • 01 Feb 2026 03:50 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam mempersiapkan pengelolaan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia yang saat ini masih dipegang Rumah Sakit Dokter Sardjito, Yogyakarta, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan akan menyiapkan road map.

Hal itu dikatakannya saat menemani Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin yang meninjau progres pengelolaan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia pada Kamis, 29 Januari 2029.

Demi bisa dinikmati semua kalangan, Respati Ardi mendorong percepatan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, agar bisa memfasilitasi masyarakat untuk bisa berobat di Rumah Sakit Kardiovaskular terbaik di Jawa Tengah ini.

"Kami mendorong dukungan aksesibilitas layanan kesehatan kemudahan rujukan dan tentunya jaminan pembiayaan. Ini menjadi penting, untuk BPJS kita sedang upayakan kredensial dalam waktu 6 bulan dari sekarang untuk bisa melayani BPJS Kesehatan," kata Respati Ardi.

Selain mempercepat masuknya jaminan kesehatan, Respati menambahkan juga terus berkolaborasi dengan bagian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk bisa mempersiapkan tenaga medis yang berkualitas serta sesuai dengan kriteria Rumah Sakit.

Dirinya berharap dengan kehadiran Rumah Sakit Kardiovaskular terbaik di Kota Solo ini bisa mendukung health tourism yang sedang digalakkannya.

Apalagi Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia ini juga memiliki fasilitas terbaik pendukung sport MCU yang memang bisa menjadi daya tarik di tengah tingginya minat olahraga saat ini.

"Harapan ini akan mendukung health tourism yang ada di Kota Surakarta. Tapi juga ada tadi yang akan kita ramaikan Sport MCU yang tadi disampaikan, karena kami mendukung Sport Tourism. Jadi sangat laris sekarang banyak sekali fisioterapi dan tim mainnya lagi tinggi-tingginya karena kami kota ini sangat mendukung Sport Tourism," katanya menambahkan.

Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia sendiri kemungkinan akan dipindahtangankan pengelolaannya dari Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta, ke Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada 2030 atau 2031 mendatang.

Dalam mempersiapkan pemindahan pengelolaan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, meminta Direktur Rumah Sakit Dokter Sardjito bisa menyiapkan segala persiapan transition plan dari kualitas tenaga medis hingga tata kelola keuangan.

"Bukan hanya keahlian skill dokternya, tapi tata kelola rumah sakitnya juga mesti di transfer. Budaya melayani nya, gimana nyari keuangannya. Itu penting tuh, tata kelola keuangannya, operasional rumah sakitnya. Itu harus dari sekarang di training. Jadi aku titip ke ibu Direktur, ini persiapkan five-year transition plan," ucap Budi Gunadi Sadikin.

Meskipun masih menangani pasien limpahan dari Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta, namun menurut Direktur Eniarti, Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia yang berada di Jebres, Solo ini sudah memberikan tindakan kepada 582 pasien. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....