Kenali Faktor Penyebab Serangan Jantung
- 24 Apr 2026 19:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung terhambat, sehingga jaringan jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, memahami penyebabnya menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Dikutip dari tzuchihospital.co.id, salah satu penyebab utama serangan jantung adalah penumpukan plak di dinding arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Plak ini terbentuk dari lemak, kolesterol, dan zat lain dalam darah.
Seiring waktu, plak dapat menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung. Dikutip dari ayosehat.kemenkes.go.id, penyebab lainnya berasal dari pola hidup yang tidak sehat.
Pola hidup yang tidak sehat berperan besar dalam meningkatkan risiko serangan jantung. Kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan tinggi lemak jenuh dan gula dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan kemungkinan terjadinya penyumbatan.
Selain itu, tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi faktor risiko yang signifikan. Tekanan darah yang tinggi dapat merusak dinding arteri, sehingga mempermudah terbentuknya plak. Jika tidak dikontrol, kondisi ini dapat mempercepat terjadinya serangan jantung.
Dikutip dari rspondokindah.co.id, diabetes juga menjadi penyebab yang tidak kalah penting. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengatur jantung. Hal ini membuat penderita diabetes memiliki risiko lebih besar mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki penyakit tersebut.
| Baca juga: Fakta atau Mitos? Es Krim Membuat Batuk |
Faktor lain yang berkontribusi adalah stres berlebihan dan kurangnya kualitas tidur. Stres dapat memicu peningkatan hormon tertentu yang berdampak pada tekanan darah dan detak jantung. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memperburuk kesehatan jantung secara keseluruhan.
Terakhir, faktor usia dan riwayat keluarga juga memengaruhi risiko serangan jantung. Semakin bertambah usia, risiko akan meningkat. Selain itu, jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, maka kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa juga lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menjaga gaya hidup sehat sejak dini sebagai langkah pencegahan.
(Wieke/UIN Ponorogo/Indah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....