Campak, Ribuan Kasus Terkonfirmasi dan Puluhan Kejadian KLB

  • 14 Apr 2026 09:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Campak kembali merebak di Indonesia dengan ribuan kasus terkonfirmasi dan puluhan kejadian luar biasa (KLB). Sementara di Jawa Tengah pada awal 2026 terpantau, kasus campak meningkat signifikan dengan 2.188 suspek campak tercatat per 7 April 2026.

Hal itu terungkap pada komentar RRI Surakarta Selasa (14 April 2026). Komentar yang disampaikan Agus Yoga menyebut, ada beberapa kabupaten/kota, seperti di Kudus, Brebes, Cilacap, Pati, dan Klaten, terdapat temuan tertinggi dan beberapa wilayah masuk status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sehingga pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggalakkan imunisasi massal dan penguatan deteksi dini.

“Penyebab utama lonjakan ini diduga adanya penurunan cakupan imunisasi, menciptakan kerentanan pada anak-anak. Sehingga segera dilengkapi vaksinasi MR/MMR dan isolasi penderita untuk memutus rantai penularan,” kata Agus Yoga.

Menurutnya, terhitung Januari hingga awal Maret 2026 tercatat 10.453 kasus suspek campak, dan 8.372 kasus terkonfirmasi dengan 4 orang meninggal dunia, dengan 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Untuk diketahui, gejala dan penularan gejala campak seperti batuk, pilek, demam tinggi, dan ruam merah, sering kali dimulai di belakang leher. Pendengar, penularan campak dapat melalui droplet (percikan ludah) saat batuk, bersin, atau tidak menutup kemunginan saat berbicara.

Bagi terpapar Campak dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian, terutama pada anak dengan sistem imun yang belum sempurna.

“Untuk menekan korban yang lebih luas, pihak terkait terutama Pemerintah Daerah segera serius mengambil langkah Pencegahan Imunisasi. Pastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubella (MR) dosis lengkap, terutama dosis pertama pada 9 bulan dan kedua pada 18 bulan,” harapannya.

Pencegahan lainnya, segera lakukan isolasi penderita di rumah untuk menghindari penularan ke orang lain, dilanjutakan segera periksa ke tenaga medis (Puskesmas/Posyandu) jika muncul gejala.

“Campak adalah penyakit yang dapat dicegah, namun sangat berbahaya jika dibiarkan. Ironisnya, meski merupakan penyakit menular, campak sering kali masih kurang mendapat perhatian. Terutama jika gejala awalnya tidak disadari oleh pasien,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....