Pencegahan dan Penanganan DBD

  • 11 Apr 2026 15:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. DBD merupakan masalah kesehatan yang sering kali muncul, terutama pada musim hujan.

“Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius dan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat, Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami gejala, penyebab, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya agar tidak terjangkit atau terhindar dari DBD, “ujar dr.Aji Danarto ( Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Surakarta ) dalam Obrolan Siang RRI Surakarta pada Jumat 10 April 2026.

DBD adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit seseorang, virus dengue masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan gejala seperti demam tinggi, ruam, nyeri tubuh, dan pembengkakan pembuluh darah yang dapat mengarah pada pendarahan.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi dan sore hari. Penyebaran virus terjadi ketika nyamuk betina menggigit orang yang terinfeksi dan kemudian menggigit orang sehat lainnya, menularkan virus melalui air liurnya.

Nyamuk Aedes aegypti lebih banyak ditemukan di daerah perkotaan dengan sanitasi yang buruk, di mana mereka berkembang biak di genangan air bersih. Diantaranya wadah penyimpanan air, pot tanaman, ember, dan tempat-tempat yang dapat menampung air hujan.

Pencegahan adalah langkah utama dalam mengatasi DBD, terutama dengan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penyebaran DBD antara lain:

1. Menghilangkan Tempat Perkembangbiakan NyamukTutup rapat tempat penampungan air, seperti ember, bak mandi, dan vas bunga. Ganti air dalam penampung air setiap dua hari sekali.

2.Menggunakan Obat Nyamuk atau lotion : Gunakan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk

3.Melakukan Fogging: Fogging atau pengasapan bisa dilakukan oleh pemerintah setempat untuk mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti di daerah-daerah yang rentan DBD.

4.Penyuluhan kepada Masyarakat: Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan langkah-langkah pencegahan DBD sangat penting untuk menurunkan angka kejadian penyakit ini.

"DBD adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius, namun dapat dicegah dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari tempat berkembang biaknya nyamuk, kita dapat membantu mengurangi angka kejadian DBD., “ ucap dr.Aji Danarto menutup Obrolan siang yang dipandu Riandani Surya.

( Syurie Ariandani )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....