Kasus IMS Karanganyar Peringkat I, Dinkes : Imbas Skrining dan Penanganan Cepat

  • 08 Jul 2026 18:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Kasus Infeksi Menular Seksual di Kabupaten Karanganyar tercatat menempati peringkat pertama di wilayah Jawa Tengah dengan akumulasi mencapai 391 kasus. Peringkat tersebut mengacu pada data publikasi terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, yang menempatkan Kabupaten Karanganyar di atas Kabupaten Banyumas dengan 307 kasus, Pati 247 kasus, serta Klaten 184 kasus.

Meskipun nominal temuan dalam rilis tersebut tergolong tinggi, Dinas Kesehatan setempat menilai fenomena ini memiliki sisi positif karena menunjukkan sistem pelacakan dini berjalan sangat optimal. Melalui langkah penemuan aktif di lapangan, petugas medis dapat langsung memberikan intervensi pengobatan secara cepat guna memutus rantai penularan di masyarakat.

"Artinya kalau sisi positifnya karena kita memang melakukan skrining terus pada kelompok beresiko sehingga kita bisa mendapatkan banyak nggih, tetapi itu kan positifnya kan bisa kita dapatkan, temukan sehingga kita bisa langsung obati," kata Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar Dwi Rushariyati saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 8 Juli 2026.

Dwi Rushariyati menjelaskan tingginya angka tersebut bersumber dari hasil pemeriksaan masif yang menyasar kelompok-kelompok masyarakat dengan risiko penularan tinggi. Menurutnya, kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan fenomena gunung es di mana kasus yang tampak sedikit namun sebenarnya menyimpan bom waktu.

"Karena ini jadi satu sisi kita memang melakukan skrining anu nggih, terus pada kelompok-kelompok beresiko sehingga kita mendapatkan data yang hebat apa namanya seperti yang tadi disampaikan. Namun demikian dari yang sudah dapat kita dapatkan kan kita obati sehingga itu akan akan eh memutus rantai penularan berikutnya," ucap Dwi.

Dinas Kesehatan memastikan seluruh jajaran puskesmas di wilayah Karanganyar kini sudah memiliki kapasitas mumpuni serta dibekali pelatihan medis untuk melakukan penatalaksanaan pengobatan IMS. Selain mengandalkan pengobatan kuratif, instansi terkait juga gencar melakukan upaya preventif berupa Komunikasi, Informasi, dan Edukasi ke tengah publik.

"Puskesmas-puskesmas kan juga sudah mampu untuk melakukan skrining sudah semakin baik, Kita juga lakukan pelatihan. Kemudian, kelompok resiko itu juga selalu kita lakukan skrining dan edukasi," ujarnya.

Dwi menyebut, Llngkah preventif tersebut direalisasikan melalui sosialisasi perilaku hubungan seksual yang sehat pada kelompok risiko tinggi hingga kampanye kesetiaan terhadap satu pasangan kepada masyarakat umum. Dinas Kesehatan juga mulai menyasar kalangan remaja usia sekolah guna menanamkan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.

"Nah, iya karena kita kan kadang masih tabu nggih seperti itu. Tapi mulai anak-anak yang sudah memang umur pas kita berikan edukasi ya harus kita berikan," ujar Dwi.

Melalui pemberian pemahaman risiko bahaya pergaulan bebas sejak usia sekolah, para generasi muda diharapkan dapat secara mandiri menghindari aktivitas yang mengancam kesehatan. Sinergi antara skrining massal dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan mampu menurunkan angka prevalensi kasus IMS di Karanganyar secara signifikan pada masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....