'Sekawan Cantik Manis' Inovasi Kesehatan Cegah Kanker bagi Wanita Sragen

  • 06 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Permasalahan kesehatan wanita, khususnya penyakit tidak menular, masih menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kanker serviks dan kanker payudara merupakan dua jenis kanker terbanyak pada perempuan.

Kepala Puskesmas Tanon II Kabupaten Sragen, dr.Rita Wulandari,M.Kes menyampaikan, berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2020, terdapat sekitar 36.000 kasus baru kanker serviks dan 65.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya di Indonesia.

"Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan primer," ucap dr. Rita baru-baru ini.

Dia menyebut, di wilayah kerja Puskesmas Tanon II, jumlah wanita usia subur sebagai sasaran pemeriksaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, meskipun target pemeriksaan IVA dan SADANIS telah ditingkatkan hingga 90 persen, partisipasi masyarakat masih perlu didorong.

"Kurangnya pengetahuan, rasa malu dan takut, serta keterbatasan media edukasi yang berkelanjutan menjadi tantangan dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker pada perempuan," katanya.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanon II Kabupaten Sragen melakukan penyuluhan kepada para ibu-ibu terkait deteksi dini kanker bagi wanita. (Foto: RRI/dok Puskemas Tanon)

Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tanon II menghadirkan inovasi pelayanan publik bernama 'SEKAWAN CANTIK MANIS' (Saluran Seputar Kesehatan Wanita Cegah Kanker dengan Test IVA Sekalian SADANIS).

"Inovasi ini memanfaatkan WhatsApp sebagai saluran edukasi dan komunikasi kesehatan wanita yang lebih mudah dijangkau," ujar dr.Rita.

Puskesmas Tanon II menghadirkan edukasi yang lebih dekat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan IVA dan SADANIS. Melalui SEKAWAN CANTIK MANIS, wanita usia subur mendapatkan informasi rutin mengenai deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Ada jadwal layanan pemeriksaan, serta kemudahan untuk berkonsultasi dan mendaftar pemeriksaan.

"Diharapkan inovasi ini mampu meningkatkan kesadaran, mengurangi hambatan psikologis, serta mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS secara berkelanjutan di wilayah kerja Puskesmas Tanon II," katanya. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....