Cidera Olahraga Padel

  • 01 Apr 2026 20:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tren olahraga padel tengah “meledak” dan menjelma menjadi gaya hidup baru di berbagai kota besar Indonesia. Olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash ini semakin digemari masyarakat urban, dengan pertumbuhan lapangan dan komunitas yang pesat di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali bahkan tidak ketinggalan di kota Solo

Namun, di balik euforia tersebut, muncul risiko cedera yang mengintai, terutama bagi pemain pemula yang ikut bermain karena fenomena fear of missing out (FOMO ). "Cedera saat berolahraga padel umumnya melibatkan area bahu, siku, pergelangan tangan, dan lutut akibat gerakan repetitif, putaran tajam, atau teknik yang salah, “ ujar dr.Abdullah Al Hazmy, Sp.KFR ( Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso ) saat berbincang di Obrolan Siang RRI Surakarta Jumat, 27 Maret 2026 pk.10.00 Wib yang dipandu Riandani Surya.

Lanjutnya, peningkatan kasus cedera akibat padel, khususnya pada area siku dan pergelangan tangan. Cedera ini umumnya disebabkan oleh gerakan memukul berulang dengan teknik yang kurang tepat, mirip dengan kondisi tennis elbow.

"Jika tidak ditangani sejak dini, cedera tendon seperti ini dapat memerlukan waktu pemulihan yang panjang. Selain itu, lutut juga menjadi area yang rawan cedera akibat tekanan dari gerakan berpindah arah secara cepat, " katanya.

Bahu pun berisiko mengalami cedera karena aktivitas servis dan smash yang dilakukan berulang. Tanpa kekuatan otot dan stabilitas sendi yang baik, cedera dapat terjadi meski permainan baru dilakukan dalam waktu singkat.

Untuk meminimalkan risiko cedera, dr.Hazmy menyarankan beberapa langkah pencegahan sederhana. Pemanasan dinamis selama 10–15 menit sebelum bermain menjadi keharusan, dengan fokus pada lengan, bahu, punggung dan kaki.

"Pemain harus mempelajari teknik dasar dari pelatih agar gerakan lebih efisien dan aman.Pemilihan perlengkapan yang tepat, seperti raket dengan grip ergonomis dan sepatu khusus padel yang mendukung stabilitas, turut berperan penting, " ujarnya.

Selain itu, memberikan waktu istirahat yang cukup antar sesi bermain membantu tubuh melakukan pemulihan optimal. Dengan persiapan yang matang dan kesadaran terhadap batas kemampuan tubuh, padel dapat menjadi olahraga yang menyehatkan sekaligus menyenangkan. Tren ini berpotensi berkelanjutan jika dijalani secara aman dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengikuti euforia sesaat.

( Syurie Ariandani )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....