Stok Darah PMI Solo Menipis Pasca Lebaran, Masyarakat Diajak Donor

  • 31 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Solo melaporkan kondisi stok darah yang kian menipis hingga berada di bawah batas aman pasca periode Lebaran 2026.

Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kunjungan pendonor akibat rangkaian libur semester yang berlanjut pada masa puasa dan Lebaran.

Ketua PMI Kota Solo, Sumartono Hadinoto, mengungkapkan ketersediaan darah saat ini berada di bawah seribu kantong, padahal idealnya stok aman atau label hijau berada di angka tiga ribu kantong per hari.

Sumartono menjelaskan menipisnya stok ini merupakan imbas dari tidak pulihnya jumlah pendonor muda dari kalangan mahasiswa sejak libur semester akhir tahun lalu. Padahal, kebutuhan darah di rumah sakit saat ini tidak mengalami penurunan meski dalam suasana cuti bersama Lebaran.

Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan ini membuat PMI harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan pasien, baik yang ada di Kota Solo maupun permintaan dropping dari wilayah sekitarnya.

"Puasa sampai Lebaran hari ini pun belum pulih, padahal kebutuhannya banyak. Biasanya saat Lebaran orang sakit banyak yang cuti pulang, tapi kali ini kebutuhannya malah meningkat," ujar Sumartono kepada rri.co.id, Selasa, 31 Maret 2026.

Selain melayani kebutuhan internal kota, PMI Solo juga mendapatkan permintaan bantuan stok darah dari beberapa wilayah di sekitar Solo Raya yang juga mengalami kondisi serupa. Hal ini menambah tekanan bagi petugas untuk segera memulihkan ketersediaan semua golongan darah.

Sumartono menekankan pihaknya tidak bisa memprediksi lonjakan permintaan yang berbarengan dengan masa transisi dari bulan Ramadan ke bulan Syawal yang biasanya membutuhkan jeda waktu untuk normalisasi.

Guna menyiasati kekurangan stok, PMI Solo telah melakukan berbagai langkah strategis seperti bekerja sama dengan media nasional untuk menyelenggarakan aksi donor darah massal. Dari hasil kerja sama tersebut, tercatat lebih dari tiga ratus kantong darah berhasil dikumpulkan.

Selain itu, pemberian apresiasi tambahan bagi pendonor juga dilakukan untuk memacu semangat masyarakat agar segera datang ke markas PMI atau titik-titik layanan donor lainnya.

"Stok kami saat ini tidak aman seperti biasa, selalu dalam keadaan minim. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang sudah waktunya donor atau dua bulan sekali, mohon dukungan segenap masyarakat untuk segera ke PMI," kata Sumartono.

Pihak PMI Solo juga berencana untuk memperluas jangkauan layanan dengan mengadakan kegiatan donor darah di pusat perbelanjaan atau mal pada pekan ini.

Melalui pemanfaatan database pendonor rutin, petugas terus melakukan kontak langsung melalui pesan singkat guna mengingatkan jadwal donor bagi mereka yang sudah memasuki waktu kembali mendonor. Dengan berbagai upaya kolaboratif ini, diharapkan stok darah di PMI Solo dapat segera kembali ke posisi aman demi kemanusiaan. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....