Stok Darah PMI Solo Menipis, Permintaan Meningkat

  • 12 Jan 2026 14:35 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta saat ini berada di bawah level aman atau kategori hijau. Kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan permintaan darah yang mencapai 15 ribu kantong per bulan sejak September lalu.

Plh. Ketua PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, menjelaskan bahwa kebutuhan darah meningkat signifikan dari sebelumnya 13 ribu menjadi 15 ribu kantong. Hal ini menuntut ketersediaan setidaknya 8.500 pendonor setiap bulannya.

“Saat ini memang di bawah hijau karena sejak September kebutuhan darah di Solo ini meningkat cukup signifikan. Kami harus menyediakan 15 ribu kantong per bulan,” ujar Sumartono, Senin (12/1/2026).

Menurut Soemartono, situasi kritis ini diperparah dengan masa libur sekolah dan kuliah pada Desember hingga Januari. Mengingat hampir 50 persen pendonor di Solo berasal dari kalangan muda, banyak dari mereka yang sedang pulang kampung atau berlibur.

Selain itu, pengetatan standar kualitas darah melalui sertifikasi CPOB dari Badan POM juga mempengaruhi jumlah pendonor yang lolos skrining. Penggunaan alat HB meter yang lebih akurat membuat banyak calon pendonor tertolak karena alasan medis yang sangat mendetail.

"Sertifikasi CPOB membuat skrining lebih ketat. Kalau dulu pakai cairan, sekarang pakai HB meter. Kurang 0,1 saja harus kami tolak," katanya menjelaskan.

Guna memenuhi stok, PMI Solo kini gencar menghubungi perusahaan dan komunitas penggerak donor untuk meningkatkan frekuensi donor darah. Masyarakat diimbau untuk rutin mendonorkan darahnya setiap dua bulan sekali demi membantu menyelamatkan sesama. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....