Waspada Jenis Sayur Bisa Beracun jika Salah Pengolahan
- 31 Mar 2026 06:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Beberapa jenis sayuran yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat menjadi beracun jika tidak diolah dengan benar. Masyarakat umumnya menganggap semua sayur aman untuk dimakan, padahal ada kandungan alami dalam beberapa tanaman yang bisa membahayakan kesehatan.
Penting untuk mengenali jenis-jenis sayur tersebut serta cara pengolahannya yang tepat. Menurut dari laman Healthline dan World Health Organization (WHO), beberapa sayuran mengandung senyawa toksin alami sebagai mekanisme pertahanan tanaman.
Dalam laporan yang dipublikasikan, disebutkan bahwa kandungan racun ini sebenarnya bisa dinetralisir melalui proses memasak yang benar, seperti perebusan atau perendaman. Namun jika dikonsumsi mentah atau kurang matang, zat tersebut bisa memicu gangguan kesehatan.
Salah satu contoh sayuran yang berpotensi beracun adalah singkong, khususnya bagian daun dan umbinya. Singkong mengandung senyawa sianida alami yang dapat berbahaya jika tidak dimasak hingga matang.
| Baca juga: Memilih Sunscreen Sesuai Angka SPF |
Selain itu, ada juga kacang merah mentah yang mengandung phytohaemagglutinin, zat yang bisa menyebabkan keracunan makanan jika tidak direbus dengan suhu tinggi. Kentang juga termasuk dalam daftar sayuran yang perlu diwaspadai.
Kentang yang berwarna kehijauan atau bertunas mengandung solanin, yaitu racun alami yang dapat menyebabkan mual, muntah, hingga gangguan saraf jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Begitu pula dengan daun talas yang bisa menyebabkan iritasi jika tidak dimasak dengan benar karena mengandung kalsium oksalat.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih dan mengolah sayuran sebelum dikonsumsi. Memasak hingga matang, menghindari konsumsi sayur mentah tertentu, serta memperhatikan kondisi fisik bahan makanan menjadi langkah penting untuk mencegah risiko keracunan. Edukasi tentang keamanan pangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan makanan yang benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....