Kebiasaan Begadang Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

  • 29 Mar 2026 16:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kebiasaan begadang atau aktif di malam hari ternyata dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa individu dengan pola tidur “burung hantu malam” memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

Penelitian yang dipimpin oleh Sina Kianersi dari Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital ini dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association. Studi tersebut menyoroti hubungan antara pola tidur dan kesehatan kardiovaskular.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 322 ribu orang dewasa yang datanya diambil dari UK Biobank. Para peserta diminta mengidentifikasi kronotipe mereka, apakah termasuk “burung pagi”, “burung hantu malam”, atau tipe campuran.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu dengan kebiasaan aktif di malam hari cenderung memiliki skor kesehatan jantung yang lebih rendah. Faktor yang terpengaruh meliputi kualitas tidur, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, berat badan, hingga kadar gula darah.

Temuan menarik lainnya adalah dampak yang lebih besar pada perempuan. Wanita dengan kebiasaan begadang hampir dua kali lebih berisiko memiliki profil kesehatan jantung yang buruk dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur campuran.

Selama masa pemantauan sekitar 14 tahun, tercatat sekitar 17.500 kasus serangan jantung dan stroke di antara peserta penelitian. Individu dengan pola tidur larut malam memiliki risiko sekitar 16 persen lebih tinggi mengalami kondisi tersebut.

Namun, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar risiko tersebut dapat ditekan melalui gaya hidup sehat. Faktor seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta pengendalian tekanan darah dan gula darah berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....