Bahaya Plastik Hitam Bungkus Daging

  • 30 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging kurban masih sering ditemukan saat Idul Adha. Padahal, plastik jenis ini disebut memiliki risiko kesehatan jika digunakan untuk kontak langsung dengan makanan.

Mengutip akun Instagram @prof.zulys, banyak masyarakat mengira plastik hitam hanyalah kantong biasa dengan warna gelap. Faktanya, sebagian besar plastik hitam berasal dari hasil daur ulang limbah elektronik.

Bahan seperti casing televisi, komputer, hingga kabel bekas sering dilebur kembali menjadi plastik hitam. Karena berasal dari material elektronik, kandungannya tidak dirancang untuk kebutuhan pangan.

Sejumlah penelitian terhadap ratusan sampel plastik hitam menemukan adanya zat berbahaya di dalamnya. Beberapa di antaranya adalah logam berat seperti timbal, kadmium, merkuri, hingga antimon.

Selain itu, plastik hitam juga mengandung bahan anti api dan pewarna carbon black. Pewarna tersebut digunakan untuk menyamarkan kontaminasi dari bahan daur ulang yang dipakai.

Bahaya muncul ketika plastik bersentuhan langsung dengan makanan dalam waktu lama, terlebih jika terkena panas. Zat kimia dari plastik berpotensi berpindah ke makanan yang dikonsumsi manusia.

Paparan logam berat secara terus-menerus dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Risiko yang disebut antara lain gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, hingga potensi kanker.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat memilih kemasan yang lebih aman untuk daging kurban. Alternatif seperti daun pisang, daun jati, besek bambu, atau wadah pakai ulang dinilai lebih ramah kesehatan.

Jika tetap ingin menggunakan plastik, disarankan memilih plastik bening food grade yang memang diperuntukkan bagi makanan. Jenis ini umumnya memiliki standar keamanan yang lebih jelas dan terkontrol.

Kesadaran soal kemasan pangan menjadi bagian penting dari pola hidup sehat. Ibadah kurban yang bertujuan membawa kebaikan sebaiknya juga dibarengi perhatian terhadap keamanan konsumsi masyarakat.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....