Sejarah Awal Munculnya Metode Behel dalam Perawatan Gigi

  • 25 Mar 2026 20:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Metode behel atau kawat gigi yang kini populer digunakan untuk merapikan susunan gigi ternyata memiliki sejarah panjang dalam dunia kedokteran. Konsep perawatan gigi untuk memperbaiki posisi gigi sudah dikenal sejak zaman kuno, bahkan ditemukan pada mumi Mesir Kuno yang menggunakan kawat logam sederhana.

Hal ini menunjukkan bahwa manusia sejak dahulu telah berupaya menjaga estetika dan fungsi gigi. Perkembangan signifikan metode ini mulai terlihat pada abad ke-18 ketika dokter asal Prancis, Pierre Fauchard, memperkenalkan alat bernama bandeau.

Menurut American Association of Orthodontists, alat tersebut digunakan untuk memperluas rahang dan merapikan gigi, serta menjadi tonggak awal lahirnya ilmu ortodonti modern. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, metode behel terus berkembang dengan penggunaan berbagai bahan seperti emas, perak, dan baja.

Kemajuan ini didukung oleh meningkatnya pemahaman tentang struktur rahang dan cara pergerakan gigi. Para ilmuwan dan dokter mulai melakukan penelitian untuk menciptakan alat yang lebih efektif dan nyaman digunakan oleh pasien.

Memasuki abad ke-20, ortodonti berkembang menjadi cabang ilmu yang lebih sistematis. Edward Angle dikenal sebagai pelopor yang mengembangkan sistem klasifikasi maloklusi serta desain behel modern.

Inovasinya membantu meningkatkan efektivitas perawatan dan menjadi dasar bagi praktik ortodonti hingga saat ini. Di era modern, behel telah berevolusi menjadi lebih canggih dengan hadirnya teknologi seperti behel transparan dan aligner yang hampir tidak terlihat.

Perawatan ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Ini penting, sehingga semakin banyak orang yang memanfaatkannya sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....