Tren Campak Dewasa Meningkat, Wonogiri Perkuat Surveilans Kasus

  • 17 Apr 2026 04:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Won giri - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri mencatat adanya peningkatan tren kasus campak pada kelompok usia dewasa sepanjang awal 2026. Meski demikian, seluruh pasien yang terkonfirmasi dilaporkan dalam kondisi baik tanpa komplikasi berat.

Kepala Bidang terkait di Dinkes Wonogiri, Satyawati Prawirohardjo, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan kondisi di sejumlah wilayah lain dengan mobilitas penduduk tinggi. “Memang ada peningkatan, tren peningkatan kasus positif,” ujarnya, Kamis 16 April 2026.

Ia menjelaskan, temuan terbaru menunjukkan kasus tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga pada orang dewasa. “Ada peningkatan tren kasus positif terutama untuk pada kasus dewasa,” katanya.

Dinkes Wonogiri tetap melakukan kegiatan surveilans secara rutin untuk mendeteksi kemungkinan kasus baru. Upaya tersebut dilakukan dengan pencarian suspek campak dan pemeriksaan spesimen darah yang dikirim ke laboratorium rujukan.

Menurut Satyawati, hingga awal April 2026 ditemukan 37 suspek campak, dengan enam kasus terkonfirmasi positif. “Kami menemukan tiga puluh tujuh suspek dan sudah ada enam yang positif, tiga anak-anak, tiga dewasa,” ucapnya.

Ia menambahkan, munculnya kasus pada orang dewasa diduga berkaitan dengan menurunnya daya kekebalan seiring waktu atau status imunisasi yang tidak lengkap. Namun, kondisi pasien tetap terkendali. “Alhamdulillah yang ada kasus di kami semuanya sudah sehat jadi tidak ada komplikasi yang berat,” katanya.

Kasus positif tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Wuryantoro, Wonogiri Kota, Jatiroto, dan Nguntoronadi. Meski terjadi peningkatan, Dinkes memastikan belum ada penetapan kejadian luar biasa.

“Kalau status darurat kan bukan ranahnya kabupaten yang menentukan,” ujarnya.

Dinkes Wonogiri mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak pada anak tetap lengkap sesuai jadwal. Selain itu, orang dewasa dengan risiko tinggi, seperti pelaku perjalanan dan tenaga kesehatan, disarankan mempertimbangkan vaksin tambahan. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....