Penyebab Rasa Air Putih Bisa Berbeda-beda

  • 26 Feb 2026 15:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Air putih kerap dianggap tidak memiliki rasa. Namun dalam praktiknya, banyak orang merasakan perbedaan cita rasa antara air sumur, air pegunungan, air PAM, maupun air minum dalam kemasan.

Perbedaan ini bukan sekadar sugesti, namun, dapat dijelaskan secara ilmiah melalui kandungan kimia, parameter fisik, serta proses pengolahan air tersebut. Salah satu faktor utama adalah kandungan mineral terlarut.

Air yang melewati lapisan tanah dan batuan akan melarutkan unsur seperti kalsium, magnesium, natrium, dan bikarbonat. Kandungan inilah yang memengaruhi sensasi rasa di lidah.

Perbedaan rasa air putih terdapat pada sebuah penelitian yang ditulis Ervina dan Kristanael (2023) berjudul Analisis Sensori dan Kimia Air Minum Dalam Kemasan yang dimuat pada Jurnal Pangan dan Agroindustri Universitas Brawijaya.

Dengan menggunakan metode uji sensori deskriptif untuk menilai perbedaan rasa beberapa merek air minum, menunjukkan bahwa variasi total dissolved solids (TDS) dan komposisi mineral berkontribusi terhadap munculnya sensasi rasa mineral, sedikit manis, atau getir ringan. Selain mineral, perbedaan rasa air putih juga dipengaruhi oleh tingkat keasaman (pH) dan kandungan logam.

Penelitian lapangan terkait kandungan air yang berpengaruh terhadap rasa air putih dilakukan oleh Mujiyanto dan Afivudien (2022) dan diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Lingkungan Universitas Islam Indonesia yang berjudul Kajian Kualitas Fisik dan Kimia Air Sumur di Lingkungan Kampus. Studi tersebut menemukan bahwa variasi pH serta kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) dapat menimbulkan rasa logam atau sensasi “berat” pada air, meskipun masih berada dalam batas baku mutu.

Faktor distribusi juga berperan terhadap rasa air. Air yang melewati pipa lama dapat menyerap unsur tertentu dari material pipa, sementara penggunaan klorin dalam proses desinfeksi dapat meninggalkan rasa khas.

Selain itu, suhu air turut memengaruhi persepsi. Air dingin cenderung terasa lebih segar dibanding air bersuhu ruang.

Dengan demikian, perbedaan rasa air putih dipengaruhi oleh komposisi mineral, pH, kandungan logam, metode pengolahan, serta faktor persepsi indera manusia. Apa yang terasa “biasa” bagi satu orang, bisa terasa berbeda bagi orang lainnya karena interaksi kompleks antara kimia air dan sensitivitas pengecap masing-masing individu. (Arifin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....