Autoimun, Sistem Pertahanan Tubuh Salah Menyerang
- 23 Feb 2026 12:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pernakah Anda membayangkan sistem pertahanan tubuh justru menyerang balik tubuhnya sendiri? Itulah penyakit yang dikenal dengan nama autoimun.
Dalam kondisi ini, sistem imun yang harusnya melindungi kita dari bakteri dan virus jahat, justru malah berbalik menyerang kita. Sederhananya mereka tidak bisa membedakan antara kawan dengan lawan.
Dikutip dari website resmi Global Autoimmune Institute, sebanyak 80 penyakit autoimun telah diindetifikasi. Bahkan beberapa di antaranya dapat menyebabkan kematian, yakni:
Lupus (SLE), mengakibatkan kerusakan pada dari persendian, kulit,, ginjal, hingga otak.
Sindrom antifosfolipid (APS), menyebabkan pembekuan darah di arteri dan vena, dan darah menjadi lebih kental dari biasanya.
Multiple Sclerosis (MS), menyerang sistem saraf yang menyebabkan masalah komunikasi permanen antara otak dan bagian tubuh lainnya.
Penyakit Addison, memengaruhi fungsi kelenjar adrenal, yang mengganggu produksi beberapa hormon yang mengatur respons stres (melawan atau lari) dan tekanan darah.
Meski ada 80 penyakit autoimun, tak sedikit yang memiliki gejala serupa. Dikutip dari hopkinsmedicine.org, gejala autoimun yang umum meliputi kelelahan, nyeri dan pembengkakan sendi, ruam di kulit, masalah pencernaan, demam berulang, dan kelenjar bengkak yang sebaiknya jangan dianggap remeh.
Sedangkan dikutip dari my.clevelandclinic.org, hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit autoimun secara permanen, juga penyakit ini bersifat kronis (jangka panjang).
Namun beberapa pengobatan umum dapat mengatasi gejalanya. Misalnya obat pereda nyeri, obat antiinflamasi, obat imunosupresan, terapi fisik, terapi okupasi, dan infus IVIG.
Meski bersifat kronis, banyak penderita autoimun dapat menjalani kehidupan mereka seperti orang normal. Dengan pengobatan yang cocok, perawatan yang tepat, serta kontrol rutin ke dokter dapat membantu para penderita menjalani kehidupan yang produktif.
Dukungan sosial juga tak kalah penting untuk menjaga kualitas hidup penderita, serta mencegah komplikasi. ( Azam LPU)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....