Terlihat Sama, Ini Perbedaan Keju Alami dan Keju Olahan
- 23 Feb 2026 10:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena produk berlabel keju yang beredar di pasaran perlu mendapat perhatian dari konsumen. Pasalnya, banyak produk terlihat meyakinkan, namun saat diperiksa secara detail, kandungan kejunya ternyata hanya berkisar antara 6 hingga 16 persen saja.
Fakta ini cukup mengejutkan, terutama bagi masyarakat yang mengira mereka mengonsumsi keju murni setiap hari. Sebagian besar produk yang ada di pasaran termasuk ke dalam kategori processed cheese atau keju olahan.
Mengutip dari unggahan Instagram @fit.bykael, komposisi utamanya terdiri dari air, minyak nabati, dan pati jagung yang jumlahnya lebih dominan dibandingkan kejunya sendiri. Kondisi ini membuat cita rasa keju tetap terasa, tetapi kualitas gizinya tidak setara dengan keju alami.
Keju alami atau natural cheese memiliki karakteristik komposisi yang jauh lebih sederhana. Umumnya bahan utamanya adalah susu dengan persentase mencapai 98 hingga 99 persen, ditambah dengan garam, kultur bakteri, dan enzim rennet.
Tidak ada tambahan pati, minyak nabati, maupun bahan pengisi lain yang berpotensi meningkatkan kadar karbohidrat. Keju olahan memang hadir sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan memili fungsi tersendiri dalam industri makanan.
Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang beragam, terutama bagi konsumen yang menginginkan cita rasa lebih ringan serta aroma yang tidak terlalu kuat seperti pada keju alami. Selain faktor harga dan preferensi rasa, keju olahan juga dinilai lebih praktis dalam pengolahan serta memiliki daya simpan yang relatif lebih lama.
Namun bagi sebagian orang yang berfokus pada kesehatan metabolik, pemilihan keju tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi. Terlebih bagi orang yang sedang menjalani diet keto dan low carb, kandungan karbohidrat tersembunyi pada keju olahan dapat memicu lonjakan insulin.
Alih-alih mendapatkan asupan lemak yang baik, konsumsi keju olahan justru berpotensi menggagalkan program diet yang sedang dijalankan. Perbedaan kualitas ini sebenarnya dapat dikenali dengan mudah melalui label komposisi di bagian belakang kemasan.
Konsumen yang cermat akan menyadari bahwa tidak semua produk dengan tulisan keju benar-benar mengandung keju dalam jumlah dominan. Oleh karena itu, kebiasaan membaca label dan komposisi menjadi langkah sederhana namun krusial dalam menjaga pola makan sehat.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....