Pemkot Solo Sosialisasikan Reaktivasi Kepesertaan BPJS PBI lewat Posyandu

  • 22 Feb 2026 22:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Sosial Kota Solo bekerjasama dengan pemangku wilayah Lurah-Camat dalam pendataan kepesertaan BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran PBI APBN yang dinonaktifkan.

Layanan sosial di program Posyandu Plus akan dimanfaatkan untuk mendata keluhan hingga mempermudah proses reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang tercoret dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan penyesuaian kepesertaan data BPJS Kesehatan (jalur, Red) PBI (Penerima Bantuan Iuran) APBN sedikitnya ada 21.024 orang yang tercoret dari daftar.

Hingga 20 Februari 2026 kemarin sedikitnya baru 467 peserta BPJS Kesehatan PBI APBN yang sukses melakukan reaktivasi atau aktif kembali sebagai peserta program tersebut.

Kepala Dinsos Kota Solo Syamsu Tri Wahyudi mengatakan, bakal berkolaborasi dengan Posyandu Plus untuk memudahkan proses pendataan dan aktivasi ulang. Menurutnya proses itu tidak bisa serta merta dilakukan Dinsos sebab, harus inisiatif dari masing-masing peserta.

Kalau mau reaktivasi seperti sebelumnya (jalur APBN) maka dilakukan di Dinas Sosial. Kalau mau migrasi ke APBD bisa dilengkapi dengan syarat keterangan RT-RW dan Kelurahan. Tetapi kalau mau lewat jalur mandiri ya bisa langsung ke BPJS Kesehatannya. Makanya kita harus optimalkan agar masyarakat ini bisa segera mengecek keaktifan BPJS Kesehatannya,” kata Syamsu Tri Wahyudi, Minggu 22 Februari.

Bagi masyarakat yang belum tahu soal aktif tidaknya kepesertaan BPJS Kesehatan milik masing-masing bisa melakukan pengecekan lewat aplikasi Mobile JKN atau lewat Whatsapp Pandawa BPJS. Jika statusnya tidak aktif, masyarakat disarankan untuk segera melakukan aktivasi sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing.

Sementara itu untuk memudahkan itu Dinsos akan bekerjasama dengan kewilayahan untuk berkolaborasi dalam program Posyandu Plus. Di Posyandu Plus itu terdapat layanan bidang sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aduan terkait kepesertaan BPJS Kesehatan mereka.

"Pertengahan pekan lalu kami sudah rakor dengan Asisten Pemerintahan, Dinas Kesehatan, dan BPJS Kesehatan. Selanjutnya kami akan ketemu lurah-camat agar menggerakkan warga yang tidak aktif itu ke Posyandu Plus. Jadi yang non aktif dioyak-oyak untuk segera mengurus, layanannya kita dekatkan lewat Posyandu Plus itu,” kata Samsu.

Layanan Posyandu Plus di Kota Solo sudah berlangsung lebih dari 50 persen dari total 629 unit dengan target ada di setiap RW di Kota Bengawan. Layanan di Posyandu Plus tidak hanya dari segi kesehatan namun juga dilengkapi dengan berbagai layanan tambahan lainnya mulai dari pendidikan, ketenagakerjaan, kebersihan, keamanan dan ketertiban umum, termasuk perihal urusan sosial itu.

Layanan ini yang coba dimaksimalkan untuk penanganan kepesertaan BPJS Kesehatan itu. “Pelaksanaan (Posyandu Plus, Red) sudah baik dan hampir merata di semua wilayah. Ini harus kita dorong supaya bisa dijalankan secara optimal,” ucap Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani belum lama ini. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....