Kanker Bukan Akhir Segalanya, Deteksi Dini Jadi Kunci
- 06 Feb 2026 09:27 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kanker bukan lagi vonis akhir bagi penderitanya apabila terdeteksi sejak dini dan ditangani secara tepat. Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. Agus Jati Sunggoro, dalam Dialog Jagongan Pro 4 RRI Surakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut dr. Jati, masih banyak masyarakat yang merasa takut dan menyerah ketika mendengar kata kanker. Padahal, perkembangan dunia medis saat ini memungkinkan kanker untuk dikendalikan, bahkan disembuhkan, terutama bila ditemukan pada stadium awal.
“Kanker itu bukan akhir dari segalanya. Kuncinya adalah deteksi dini dan keberanian untuk menjalani pengobatan yang tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak bersifat terlokalisasi dan tidak menyebar, sedangkan tumor ganas atau kanker memiliki kemampuan infiltrasi dan menyebar ke jaringan lain.
“Sifat menyusup dan menyebar inilah yang membuat kanker menjadi berbahaya jika terlambat ditangani,” kata dr. Jati.
Terkait penyebab kanker, dr. Jati menyebut adanya faktor mutasi genetik yang dapat berasal dari keturunan atau riwayat genetik maupun paparan zat kimia dalam jangka panjang. Paparan tersebut dapat berasal dari lingkungan, radiasi tertentu, serta konsumsi makanan ultra-proses yang mengandung banyak bahan kimia.
“Perubahan gen ini membuat sel terus membelah tanpa kendali dan tidak mengalami kematian sel secara normal,” katanya, menjelaskan.
Ia juga meluruskan sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa kanker adalah vonis mati, operasi membuat kanker menyebar, atau kemoterapi selalu menyiksa.
“Semua itu tidak benar. Operasi justru mengangkat sumber kanker, dan kemoterapi sekarang jauh lebih terkontrol dengan terapi target dan imunoterapi,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin, bahkan sebelum muncul gejala. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun, pap smear atau IVA test untuk kanker serviks, serta skrining kanker usus besar dan kanker paru bagi kelompok berisiko.
“Deteksi dini berarti menemukan penyakit sebelum menimbulkan keluhan,” katanya, menambahkan.
Selain pemeriksaan medis, ia mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui prinsip CERDIK, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. Menurutnya, langkah sederhana ini berdampak besar dalam menurunkan risiko kanker.
Menutup dialog, dr. Jati memberikan pesan bagi pasien dan keluarga yang tengah berjuang melawan kanker.
“Kanker bukan hanya soal melawan sel ganas, tapi bagaimana merawat manusia secara utuh dengan ilmu, empati, dan harapan. Jangan menyerah, karena peluang hidup tetap bisa diperjuangkan," ujarnya. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....