Lovely Pink Solo Perkuat Dukungan Penyintas Kanker

  • 02 Feb 2026 20:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Dukungan emosional dari sesama penyintas dan pendampingan keluarga inti dinilai menjadi faktor krusial dalam membangun mental pasien kanker untuk terus menjalani pengobatan. Sinergi antara komunitas dan lingkungan terdekat ini terbukti mampu menghilangkan rasa takut serta mengikis stigma negatif terhadap penyakit kanker di masyarakat.

Sekretaris Yayasan Lovely Pink Solo, Risna Ernawati, menyatakan bahwa komunikasi antar-penyintas memberikan penguatan yang tidak didapatkan dari tenaga medis secara teori. Dalam komunitas, para pasien saling berbagi rasa dan tips praktis berdasarkan pengalaman langsung, seperti cara mengatasi efek samping kemoterapi yang sangat personal.

"Berbagi dengan sesama penyintas itu lebih menyentuh karena kami merasakan hal yang sama. Jika hanya bertanya ke dokter, mereka tahu secara teori, tapi tidak merasakan rasanya mual setelah kemo. Di sini kami saling menguatkan agar tidak ada lagi pasien yang merasa berjuang sendirian," kata Risna kepada saat dihubungi rri.co.id, Senin, 2 Februari 2026.

Selain dukungan sesama pasien, peran keluarga atau "Ring 1" menjadi fondasi paling utama dalam proses penyembuhan. Dukungan penuh dari suami, anak, maupun saudara terdekat sangat menentukan keberanian pasien untuk tidak mengisolasi diri. Risna menekankan bahwa penerimaan keluarga membantu pasien melihat kanker bukan sebagai aib, melainkan tantangan yang harus dihadapi bersama.

Menjelang Hari Kanker Sedunia, Lovely Pink Solo mengajak masyarakat dan keluarga untuk lebih peka terhadap kondisi mental pasien. Keterbukaan dari pasien dan dukungan tulus dari orang sekitar diharapkan dapat menciptakan ekosistem perawatan yang lebih peduli, sekaligus mendorong keberanian masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara mandiri. 

"Pesan saya untuk teman-teman, jangan pernah patah semangat dan jangan memvonis diri sendiri. Hidup dan mati adalah urusan Tuhan, tugas kita adalah berikhtiar semaksimal mungkin. Bagi masyarakat luas, ayo peduli pada perubahan tubuh sendiri; deteksi dini adalah kunci keselamatan," ucapnya. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....