Tinjau RS Kardiologi Solo, Menkes Berikan Tantangan Kepada Pengelola
- 30 Jan 2026 04:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau progres perkembangan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo pasca diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Budi Gunadi Sadikin melakukan peninjauan bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri dan Wali Kota Solo, Respati Ardi. Menteri Kesehatan menyempatkan melihat langsung ruang rawat hingga bertemu dengan pasien yang menjalani perawatan.
Ditemui dalam jumpa pers pada Kamis, 29 Januari 2026, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin memberikan tantangan kepada pengelola sementara Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia, yakni Rumah Sakit Dr Sardjito Jogja, untuk bisa menambahkan pelayanan.
"Jadi, bukan hanya ganti katup, bypass, nah saya minta kalau bisa semua rumah sakit di Provinsi bisa untuk anak-anak. Pediatrik bedah jantung untuk anak-anak. Karena itu tadi yang asianotik yang yang benar-benar berbahaya itu anak-anak mesti di bedah dan itu sedikit yang bisa, karena jantungnya kecil, jadi susah kan bedahnya kan," kata Budi Gunadi Sadikin.
Selain bisa menambahkan pelayanan bedah jantung anak-anak, Budi Gunadi Sadikin juga menginginkan dokter pelayanan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia bisa melakukan invasive cardiac surgery yang baru ada di Jakarta dan Surabaya.
Tidak hanya berfokus pada kemajuan penanganan, Menteri Kesehatan berpesan dari target lima tahun pengelolaan sebelum diberikan kepada Pemerintah Kabupaten atau Kota, Rumah Sakit Dr Sardjito harus bisa mentransferkan terkait tata kelola rumah sakit kepada tenaga kesehatan dari Kota Surakarta.
"Saya pesan, ini kan dalam lima tahun harus dipindahkan ke Kabupaten Kota. Karena yang saya mau adalah all expertise, bukan hanya expertise keahlian skill dokternya, tapi tata kelola rumah sakitnya juga mesti di transfer. Budaya melayaninya gimana, nyari keuangannya. Itu penting tuh, tata kelola keuangannya, operasional rumah sakitnya. Itu harus dari sekarang di training," katanya menambahkan.
Demi memberikan pelajaran terhadap tenaga kesehatan Kota Solo juga, Menteri Kesehatan meminta Pemerintah Kota bisa mengirimkan perwakilannya dari tenaga kesehatan untuk belajar di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.
Sementara itu, Wali Kota Solo, Respati Ardi mengaku akan membuat road map sesuai arahan Menteri Kesehatan seblum perpindahan pengelolaan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia, dari sebelumnya Rumah Sakit Dr Sardjito kepada Pemerintah Kota.
"Dalam rangka lima tahun ke depan kita menyiapkan road map untuk proses handover kepada Pemerintah Kota, kelembagaan diklat kita hari ini kita terus jalankan dan pesan harapan ini akan mendukung health tourism yang ada di Kota Solo," ucap Respati Ardi.
Direktur Rumah Sakit Dr Sardjito Eniarti menjelaskan, setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia sudah menangani 582 pasien berasal dari rujukan Rumah Sakit Dr Sardjito. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....