Sterilisasi Kucing, Bentuk Tanggung Jawab Jaga Kualitas Hidup

  • 27 Jan 2026 10:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sterilisasi kucing betina maupun jantan masih kerap memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian menilai tindakan ini sebagai bentuk kepedulian, sementara yang lain menganggapnya sebagai perampasan hak hidup hewan.

Namun,Cat Lovers In The World (Clow) perwakilan Solo, Ning Hening Yulia dalam perspektif kesejahteraan hewan modern dan praktik kedokteran veteriner, sterilisasi justru dipandang sebagai upaya perlindungan jangka panjang bagi kucing serta lingkungan di sekitarnya. ”Dari sisi kesehatan, sterilisasi terbukti memberikan manfaat signifikan,” katanya.

Lanjutnya, pada kucing betina, tindakan ini menurunkan risiko kanker rahim dan ovarium serta mencegah infeksi rahim atau pyometra yang sering berujung fatal. Sementara pada kucing jantan, sterilisasi dapat mengurangi risiko infeksi saluran reproduksi, luka akibat perkelahian, serta penularan penyakit berbahaya seperti FIV dan FeLV yang umumnya menyebar melalui gigitan.

Selain aspek medis, sterilisasi juga berdampak pada perilaku kucing  yang karena dorongan hormonal  ekstrem saat birahi, sering membuat kucing gelisah, agresif, atau meninggalkan rumah dalam waktu lama. Setelah di steril, kucing cenderung lebih tenang, jarang berkelahi, dan berkurang kebiasaan menandai wilayah dengan urin. Perubahan ini bukan menghilangkan naluri alami, melainkan menurunkan stres kronis akibat dorongan reproduksi yang tidak tersalurkan.

Cepatnya masa reproduksi kucing betina perlu dicegah dengan tindakan sterilisasi yang benar dan beradab. (Foto: RRI/Wiwik)

“Dampak sterilisasi juga meluas ke lingkungan karena populasi kucing yang tidak terkendali berkontribusi pada meningkatnya jumlah kucing terlantar yang hidup tanpa akses pangan, kesehatan, dan perlindungan,” ujar Hening.  Dalam beberapa tahun, satu induk kucing beserta keturunannya dapat menghasilkan ribuan individu baru, yang sebagian besar berisiko mengalami penderitaan sehingga sterilisasi dipandang sebagai langkah pencegahan untuk memutus siklus tersebut.

Menanggapi Isu apakah sterilisasi merampas hak hidup kucing, komunitas penyayang hewan ini, menilai bahwa hak hidup tidak semata soal kemampuan bereproduksi, melainkan tentang kesempatan untuk hidup sehat dan layak. Sterilisasi tidak menghilangkan kehidupan kucing, tetapi justru menjaga kualitas hidupnya.

Oleh karena itu, sterilisasi dipandang sebagai bentuk tanggung jawab manusia untuk mencegah lahirnya generasi kucing yang berpotensi mengalami penderitaan serupa. Pada akhirnya, sterilisasi kucing bukanlah tindakan kejam jika dilakukan sesuai prosedur medis dan etika kesejahteraan hewan, dan menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan kucing dapat hidup lebih sehat, aman, dan bermartabat di tengah lingkungan manusia. (Wiwik)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....