Proses Panjang Terbentuknya Upil dalam Hidung
- 29 Sep 2026 10:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Upil sering dianggap sebagai kotoran kecil yang tidak memiliki fungsi. Padahal, benda yang biasanya ditemukan di dalam hidung ini merupakan hasil dari sistem pertahanan alami tubuh. Upil terbentuk dari campuran lendir hidung atau mukus, debu, partikel kecil dari udara, sel-sel yang telah mati, serta berbagai material lain yang tertangkap di dalam rongga hidung.
Bedasarkan unggahan Instagram @si_nopal, proses pembentukan upil sebenarnya dimulai ketika udara masuk melalui hidung. Rongga hidung dilapisi oleh jaringan mukosa yang menghasilkan lendir. Lendir tersebut berfungsi menjaga permukaan hidung tetap lembap sekaligus menangkap berbagai partikel asing yang ikut masuk bersama udara.
Di dalam rongga hidung terdapat rambut hidung dan lapisan lendir yang bekerja sebagai penyaring. Partikel berukuran relatif besar dapat tertahan oleh rambut hidung, sedangkan partikel yang lebih kecil dapat menempel pada lapisan mukus. Dengan cara ini, debu dan berbagai benda asing tidak langsung masuk lebih jauh ke saluran pernapasan. Mekanisme penyaringan tersebut juga disebut sebagai bagian dari fungsi perlindungan hidung terhadap lingkungan luar.
Setelah menangkap debu dan partikel asing, lendir tidak dibiarkan begitu saja berada di dalam hidung. Di permukaan mukosa terdapat silia, yaitu struktur sangat kecil seperti rambut yang bergerak secara teratur. Gerakan silia mendorong lapisan lendir secara perlahan menuju bagian belakang hidung dan tenggorokan. Proses ini dikenal sebagai transpor mukosiliar.
Lendir yang masih cukup cair biasanya dapat bergerak mengikuti kerja silia dan akhirnya tertelan tanpa disadari. Namun, sebagian lendir dapat kehilangan kandungan airnya. Ketika berada di bagian depan rongga hidung dan terpapar udara, lendir secara bertahap menjadi lebih kering dan kental. Debu, sel-sel yang terlepas dari permukaan hidung, serta partikel lain yang terperangkap kemudian ikut menyatu di dalamnya. Campuran yang mengering inilah yang kemudian dikenal sehari-hari sebagai upil.
Jumlah dan tekstur upil tidak selalu sama. Kondisi lingkungan dapat memengaruhi pembentukan dan kekentalan lendir hidung. Udara yang kering, misalnya, dapat membuat lendir lebih cepat mengering. Sebaliknya, ketika produksi lendir meningkat atau hidung mengalami iritasi, jumlah sekret dapat menjadi lebih banyak. Paparan lingkungan tertentu dapat berkaitan dengan perubahan sistem pertahanan mukosa hidung, termasuk waktu transpor mukosiliar.
Dengan demikian, upil sebenarnya merupakan bagian dari proses pembersihan alami hidung. Keberadaannya menunjukkan bahwa lendir hidung telah menangkap berbagai material dari lingkungan sebelum material tersebut masuk lebih jauh ke saluran pernapasan. Jadi, meskipun terlihat sederhana dan sering dianggap menjijikkan, upil merupakan hasil akhir dari kerja lendir, silia, dan mekanisme pertahanan hidung dalam menjaga saluran pernapasan tetap bersih. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....