Telepon Engkol Klasik, Saksi Bisu Perjalanan Teknologi Komunikasi Indonesia
- 05 Agt 2026 08:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Telepon engkol klasik merupakan salah satu perangkat komunikasi yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Jauh sebelum kehadiran telepon digital, telepon seluler, hingga internet, alat ini telah menjadi sarana komunikasi jarak jauh yang menghubungkan masyarakat melalui jaringan kabel. Keberadaannya kini tidak hanya dipandang sebagai barang antik, tetapi juga sebagai saksi bisu perjalanan panjang transformasi teknologi komunikasi di Tanah Air.
Mengutip laman Museum Linggam Cahaya – Koleksi Telepon Engkol, secara teknis telepon engkol bekerja dengan cara memutar tuas atau engkol yang menghasilkan sinyal untuk menghubungi sentral telepon. Setelah operator menerima sinyal tersebut, sambungan akan diteruskan ke nomor tujuan secara manual. Sistem ini banyak digunakan pada pertengahan abad ke-20, sekitar tahun 1940 hingga 1970, terutama di kantor pemerintahan, perusahaan, hingga fasilitas pelayanan publik. Di sejumlah daerah, telepon jenis ini juga dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas industri dan perdagangan.
Sejarah telekomunikasi Indonesia sendiri telah dimulai sejak era telegraf pada tahun 1855. Kemudian, jaringan telepon lokal pertama beroperasi di Batavia pada 16 Oktober 1882 dan terus berkembang ke berbagai kota seperti Semarang dan Surabaya. Seiring meluasnya jaringan komunikasi, telepon engkol menjadi salah satu perangkat yang berperan penting dalam mempercepat penyampaian informasi pada masanya, meskipun proses penyambungannya masih bergantung pada operator sentral.
Memasuki era otomatisasi, telepon engkol perlahan digantikan oleh telepon putar (rotary dial), kemudian berkembang menjadi telepon tombol, telepon digital, hingga telepon pintar (smartphone) yang kini mampu mengintegrasikan layanan suara, pesan, internet, dan multimedia dalam satu perangkat. Meski telah ditinggalkan dari penggunaan sehari-hari, telepon engkol masih banyak dijumpai sebagai koleksi museum, benda bersejarah, maupun koleksi pribadi yang memiliki nilai edukasi tinggi mengenai evolusi teknologi komunikasi.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi modern, keberadaan telepon engkol mengingatkan masyarakat bahwa kemajuan teknologi dibangun melalui proses panjang yang penuh inovasi. Melestarikan perangkat bersejarah seperti telepon engkol bukan sekadar menjaga benda antik, tetapi juga merawat memori kolektif bangsa tentang bagaimana komunikasi berkembang dari sistem manual menuju era digital yang serba cepat dan terkoneksi.(tono_LPU).
Referensi:
- Museum Linggam Cahaya – Koleksi Telepon Engkol: https://museum.kemenbud.go.id/koleksi/profile/telepon%2Bengkol_104995
- Historia.id – Telepon Sepanjang Zaman: Telepon Sepanjang Zaman
- Historia.id – Dari Analog sampai 4G: Dari Analog sampai 4G
- Ensiklopedia Telepon Indonesia: Sejarah Telepon di Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....