Fakta di Balik Uban: Bukan Sekadar Tanda Bertambahnya Usia
- 14 Sep 2026 04:02 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Uban sering dianggap sebagai tanda seseorang mulai memasuki usia lanjut. Padahal, munculnya rambut berwarna putih atau abu-abu tidak selalu berkaitan langsung dengan umur. Ada sejumlah proses biologis dan faktor lain yang dapat memengaruhi kapan uban mulai terlihat.
Kajian mengenai rambut beruban dalam Jurnal Biomedika dan Kesehatan tahun 2024 menjelaskan bahwa uban prematur atau premature canities merupakan kondisi munculnya uban lebih awal dari batas usia yang lazim, dengan batas berbeda menurut kelompok etnis. Pada orang Asia, uban yang muncul sebelum usia 25 tahun dapat dikategorikan sebagai uban prematur.
Secara sederhana, warna rambut ditentukan oleh melanin, yaitu pigmen yang diproduksi oleh sel melanosit di dalam folikel rambut. Ketika produksi atau penyaluran melanin berkurang, rambut yang tumbuh berikutnya dapat kehilangan warna alaminya sehingga tampak abu-abu atau putih. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan berbagai faktor, antara lain faktor genetik, gangguan tertentu, kekurangan vitamin B12, vitiligo, gangguan tiroid, serta beberapa kondisi autoimun.
Salah satu fakta penting adalah bahwa uban bukan sekadar perubahan pada batang rambut. Perubahan tersebut berkaitan dengan aktivitas sel penghasil pigmen di folikel rambut. Seiring proses penuaan, kemampuan sel tersebut dalam menghasilkan melanin dapat menurun. Faktor genetik juga mempunyai peran dalam menentukan kapan seseorang mulai mengalami rambut beruban.
Fakta lainnya, uban yang muncul pada usia muda tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit. Uban prematur dapat terjadi sebagai kondisi yang berdiri sendiri, termasuk karena faktor keturunan. Karena itu, seseorang yang menemukan beberapa helai uban di usia relatif muda tidak perlu langsung menganggap dirinya mengalami gangguan kesehatan.
Selain faktor dari dalam tubuh, kemungkinan pengaruh stres dan tekanan lingkungan terhadap proses munculnya uban. Stres oksidatif dapat berperan dalam kerusakan sel pigmen rambut. Stres oksidatif terjadi ketika jumlah molekul oksidan atau radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi sel yang berperan dalam mempertahankan pigmentasi rambut.
| Baca juga: Memahami Algoritma Media Sosial |
Proses beruban ternyata tidak sesederhana rambut yang perlahan berubah dari hitam menjadi putih. Perubahan tersebut melibatkan berbagai mekanisme di dalam folikel rambut, termasuk perubahan fungsi melanosit dan sel punca melanosit, kerusakan akibat stres oksidatif, serta faktor genetik. Karena itu, waktu munculnya uban dapat berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Pada akhirnya, uban merupakan bagian dari perubahan biologis rambut yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Usia memang menjadi salah satu faktor utama, tetapi genetika, kondisi sel penghasil pigmen, stres oksidatif, kondisi kesehatan tertentu, serta faktor lingkungan juga dapat ikut berperan.
Munculnya uban karenanya tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang perlu ditakuti. Namun, apabila rambut berubah menjadi putih dalam jumlah banyak dan sangat cepat pada usia yang masih muda, terutama jika disertai keluhan kesehatan lainnya, pemeriksaan ke dokter dapat menjadi pilihan untuk mencari kemungkinan faktor yang mendasarinya. (Nuri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....