Fakta Dibalik Kotoran Cicak yang Jarang Diketahui
- 05 Jul 2026 11:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kotoran cicak merupakan salah satu benda yang sering ditemukan di sudut rumah, di atas lemari, kusen jendela, atau dekat lampu. Memahami karakteristik kotoran cicak dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan rumah sekaligus mengurangi risiko kontaminasi mikroorganisme.
Bedasarkan jurnal dari Erepository UWKS (2023) karya Saputra, meski ukurannya kecil, kotoran ini menyimpan sejumlah fakta menarik yang berkaitan dengan perilaku cicak, kondisi lingkungan, hingga aspek kesehatan. Inilah fakta dibalik kotoran cicak.
1. Memiliki Ujung Berwarna Putih
Salah satu ciri paling khas kotoran cicak adalah adanya bagian berwarna putih di salah satu ujungnya. Warna putih tersebut bukan jamur atau kapur, melainkan kristal asam urat yang dikeluarkan bersamaan dengan feses. Berbeda dengan mamalia yang membuang urine dalam bentuk cair, cicak menghemat air dengan mengeluarkan limbah nitrogen sebagai asam urat berbentuk padat. Adaptasi ini memungkinkan cicak bertahan hidup di lingkungan yang relatif kering.
2. Menjadi Petunujuk Keberadaan Cicak di Rumah
Tumpukan kotoran cicak sering kali menjadi tanda bahwa terdapat populasi cicak yang aktif di suatu ruangan. Cicak umumnya memiliki tempat favorit untuk beristirahat dan berburu serangga, sehingga kotorannya sering ditemukan berulang pada lokasi yang sama. Semakin banyak serangga seperti nyamuk, lalat, atau ngengat di dalam rumah, biasanya semakin besar pula peluang cicak menetap karena ketersediaan sumber makanan.
3. Dapat Mengandung Berbagai Jenis Bakteri
Walaupun tampak kering, kotoran cicak dapat menjadi tempat keberadaan berbagai bakteri. Kotoran cicak rumah mengandung total bakteri yang cukup tinggi dan dapat ditemukan bakteri Escherichia coli, meskipun jumlahnya bervariasi pada setiap sampel. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kotoran cicak tidak layak dianggap sebagai kotoran yang aman sehingga perlu segera dibersihkan menggunakan alat pelindung sederhana seperti sarung tangan atau tisu sekali pakai.
4. Tidak SEmua Kotoran Cicak Mengandung Salmonella
Banyak masyarakat menganggap seluruh kotoran cicak pasti mengandung bakteri Salmonella. Faktanya, keberadaan bakteri tersebut bergantung pada kondisi masing-masing individu cicak dan lingkungannya. Artinya, tidak semua kotoran cicak membawa Salmonella, tetapi risiko kontaminasi tetap ada sehingga kebersihan rumah harus dijaga secara rutin.
5. Berpotensi Mencemari Permukaan Makanan
Karena cicak sering berjalan di langit-langit dan dinding rumah, kotorannya dapat jatuh ke meja makan, peralatan dapur, maupun makanan yang dibiarkan terbuka. Apabila permukaan tersebut terkontaminasi bakteri, peluang perpindahan mikroorganisme ke manusia juga meningkat. Oleh sebab itu, makanan sebaiknya selalu ditutup rapat dan permukaan dapur dibersihkan secara berkala, terutama apabila terdapat banyak aktivitas cicak di dalam rumah.
6. Kotorannya Menjadi Indikator Kebersihan Lingkungan
Keberadaan banyak kotoran cicak sering kali menunjukkan bahwa rumah menyediakan habitat yang mendukung kehidupan cicak, terutama karena melimpahnya serangga sebagai sumber makanan. Dengan mengurangi populasi serangga melalui pengelolaan sampah, menjaga ventilasi, dan membersihkan area yang lembap, jumlah cicak di dalam rumah umumnya juga akan berkurang.
Membersihkan kotoran cicak tidak cukup hanya dengan menyapu atau meniupnya karena partikel kecil dapat menyebar ke udara. Cara yang lebih aman adalah menggunakan tisu atau kain yang telah dibasahi disinfektan, kemudian membuangnya ke tempat sampah tertutup. Setelah itu, tangan perlu dicuci menggunakan sabun dan air mengalir untuk meminimalkan risiko perpindahan mikroorganisme. (Nuri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....