Penulis Cilik SD MPU Colomadu Rutin Terbitkan Buku Karya Siswa
- 22 Mei 2026 12:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID., Surakarta - Sejumlah siswa SD Muhammadiyah Program Unggulan (MPU) Colomadu telah mencatatkan namanya sebagai penulis buku melalui program literasi sekolah. Karya mereka diterbitkan secara berkala, bahkan sekolah menargetkan sedikitnya satu buku karya siswa dapat terbit setiap tahun.
"Program penerbitan buku ini kami mulai sejak 2021. Awalnya kurang dari 10 siswa yang terlibat, namun minat menulis anak-anak terus meningkat. Melalui program ini, kami ingin memberi ruang bagi siswa untuk menuangkan ide, imajinasi, dan pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis," ucap Penggerak Literasi SD MPU Colomadu, Tri Mulyani, S.Pd., Gr., saat dihubungi RRI di Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu 21 Mei 2026.
Program penerbitan buku di SD MPU Colomadu pertama kali dilaksanakan pada 2021 melalui kegiatan kolaboratif yang diprakarsai salah satu penerbit tanah air. Saat itu, siswa sekolah tersebut bergabung dengan peserta dari berbagai sekolah di Jawa Tengah untuk menulis dan menerbitkan karya bersama.
Pada 2022, siswa SD MPU Colomadu kembali menghasilkan buku antologi puisi melalui kegiatan Wisata Literasi Siswa yang diprakarsai oleh Pustaka Literasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan minat baca dan keterampilan menulis sejak usia dini.
Sejak 2025, penguatan literasi menjadi salah satu fokus pengembangan perpustakaan sekolah. Melalui program tersebut, sekolah menetapkan target menerbitkan minimal satu buku karya siswa setiap tahun sebagai wadah apresiasi sekaligus sarana pengembangan kreativitas peserta didik.
Target tersebut diwujudkan melalui penerbitan buku "Berani Berkarya" pada 2025 yang berisi antologi pantun nasihat karya siswa kelas V dan VI. Setahun kemudian, sekolah kembali menerbitkan buku antologi cerpen berjudul "Sahabat Istimewa" yang memuat karya siswa dari berbagai jenjang kelas.
Tri Mulyani menjelaskan, proses penyusunan buku diawali dengan penentuan tema oleh sekolah. Selanjutnya, siswa kelas IV, V, dan VI diminta menulis karya minimal lima paragraf sesuai tema yang telah ditetapkan.
Naskah yang terkumpul kemudian diseleksi dan diedit oleh petugas perpustakaan sebelum dikirimkan ke penerbit untuk diproses menjadi buku. Melalui tahapan tersebut, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga mengenal proses penyuntingan hingga penerbitan karya.
Menurut Tri Mulyani, program tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak penulis cilik sekaligus membangun budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan semakin banyak siswa yang terlibat, kegiatan menulis diharapkan menjadi kebiasaan yang tumbuh bersama budaya membaca sejak usia sekolah dasar. (DR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....