Kementerian Haji Terapkan Konsep Kekeluargaan dan Ungkap Progres Kampung Haji

  • 24 Jun 2026 17:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia berkomitmen mengubah pola tata kelola operasional dengan menempatkan seluruh jemaah haji Indonesia sebagai bagian dari keluarga besar kementerian. Langkah ini diterapkan guna menghadirkan standardisasi pelayanan publik yang lebih menyentuh sisi humanis.

Melalui pendekatan kekeluargaan tersebut, jemaah mendapatkan pengawalan dan pendampingan yang maksimal, baik saat berada di embarkasi dalam negeri maupun ketika menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi. Kebijakan ini juga diinstruksikan secara berjenjang hingga ke tingkat wilayah guna memastikan hak-hak jemaah terlayani dengan optimal.

“Konsep haji tahun ini kita ingin menempatkan jamaah haji itu sebagai keluarga besar jadi semaksimal mungkin kami berusaha mengantarkan dan mendampingi jamaah baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri di tanah suci ketika mereka ketika pulang juga kami berusaha menempatkan beliau-beliau sebagai anggota keluarga besar kami. Makanya kami sambut langsung saya dengan Pak Menteri,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Debarkasi Solo, Rabu 24 Juni 2026.

Dahnil menyampaikan filosofi pelayanan prima yang diusung oleh kementerian bertumpu pada tiga pilar utama dalam merespons dinamika di lapangan. Seluruh petugas haji dituntut memiliki karakter yang cepat tanggap terhadap keluhan jemaah, serta senantiasa mengedepankan rasa simpati dan empati tinggi saat memberikan pendampingan.

“Betul, konsepnya adalah pelayanan prima. Konsepnya itu adalah fast respon. Jadi pendekatan pengelolaan haji itu pada prinsipnya tadi saya sebutkan mengelola anggota keluarga. Jadi ee apapun keluh keluhannya itu harus direspon dengan cepat. Jadi pas respon kemudian kedua konsepnya adalah empatik, harus berempati. Kemudian yang ketiga ya, bersimpati,” ucap Dahnil.

Di samping menjelaskan mengenai transformasi pelayanan jemaah, Dahnil juga memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan megaproyek Kampung Haji di Arab Saudi.

"Jadi institusi yang memegang otoritas penuh dan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan proyek di lapangan adalah Badan Pengelola Investasi Danantara," katanya.

Adapun, berdasarkan laporan terkini, Danantara telah melakukan langkah taktis dengan mengambil alih aset penginapan berupa Novotel di daerah Makkah untuk operasional awal. Setelah proses akuisisi hotel tersebut selesai, fokus kerja institusi akan segera dialihkan pada perencanaan teknis pembangunan infrastruktur baru di atas lahan-lahan kosong yang telah dipersiapkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....