Suhu Makkah Tembus 42 Derajat, PPIH Solo Mengimbau Jemaah Jaga Kondisi

  • 10 Jun 2026 15:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Arab Saudi kini menjadi perhatian serius Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo.

Pada siang hari, suhu udara di Tanah Suci khususnya wilayah Makkah dan Madinah terpantau menyentuh angka 42 derajat Celsius.

Kasi Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, meminta seluruh jemaah yang masih menjalankan ibadah di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Langkah mitigasi sangat diperlukan agar jemaah tidak mengalami dehidrasi maupun kelelahan fisik akibat paparan cuaca panas yang sangat ekstrem tersebut saat beraktivitas di luar hotel.

"Silakan untuk dihati-hati karena cuaca yang di siang hari maupun sore hari itu sangat panas 42 Celsius, silakan untuk keluar menggunakan alat pelindung diri. Jika mau melaksanakan ziarah pastikan kondisi kesehatan fit dan utamakan untuk beribadah sunah," ujar Nabiila saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Rabu, 10 Juni 2026.

Cuaca ekstrem yang memicu penurunan ketahanan fisik ini berimbas pada kondisi kesehatan sejumlah jemaah asal Jawa Tengah.

Tercatat ada empat jemaah yang saat ini dilaporkan jatuh sakit di Tanah Suci, serta empat jemaah lainnya yang terpaksa ditunda kepulangannya menuju Tanah Air karena membutuhkan perawatan medis secara intensif.

Menghadapi tantangan cuaca dan fisik tersebut, salah satu jemaah haji asal Kaliwungu, Kendal, Nadiyah Jehan, menceritakan menjaga kebugaran menjadi kunci utama.

Menurutnya, jemaah harus pandai mengatur strategi stamina agar mampu menyelesaikan seluruh rukun haji tanpa kendala kesehatan yang berarti hingga jadwal pemulangan tiba.

"Haji itu butuh strategi, baik secara fisik, psikis, hingga melek digital. Karena apa, itu ibaratnya seperti orang olahraga kan kita harus cari start yang oke, nah ketika fisik oke, pikiran oke, bismillah semuanya lancar," kata Nadiyah.

Pihak PPIH Debarkasi Solo terus memantau perkembangan kesehatan para jemaah yang tertunda kepulangannya.

Nantinya, jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan akan segera diterbangkan ke Indonesia dan digabungkan dengan kloter selanjutnya apabila telah dinyatakan laik terbang oleh tim medis Arab Saudi. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....