Kisah Peni Septiana, Menanti 13 Tahun Demi Berhaji Bersama Sang Ibu

  • 01 Mei 2026 19:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Peni Septiana, seorang jamaah calon haji asal Kabupaten Batang yang tergabung dalam Kloter 17, akhirnya resmi bertolak ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Penantian panjang selama 13 tahun tersebut ia lalui dengan penuh kesabaran bersama suami dan ibu kandungnya setelah mendaftar sejak tahun 2013 silam.

Momen keberangkatan ini menjadi sangat emosional karena Peni harus melewati masa tunggu yang dinamis, termasuk penundaan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Meski sempat mengalami ketidakpastian jadwal, ia mengaku tetap tenang dan meyakini bahwa waktu keberangkatan merupakan rahasia dan takdir sepenuhnya dari Sang Pencipta.

“Kami mendaftar dari 2013 sampai dengan 2026 ini berarti ada 13 tahun masa tunggu, alhamdulillah hari ini hajat kami sampai. Sejatinya jadwal kami sempat maju mundur dua tahun karena tidak ada Covid kemarin, tapi semua kami terima sebagai takdir karena mengikuti apa yang sudah digariskan Allah,” ujar Peni Septiana kepada RRI beberapa waktu lalu.

Peni menceritakan keberaniannya untuk mendaftar haji pada belasan tahun lalu berawal dari niat yang kuat meski dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ia mengenang masa-masa awal pendaftaran yang disebutnya sebagai modal nekat, termasuk dengan memanfaatkan sistem cicilan untuk melunasi biaya keberangkatan keluarganya.

“Waktu itu saya cuma modal nekat, bismillah gitu saja karena haji itu panggilan, meskipun berkecukupan kalau belum ada panggilan mungkin belum berkeinginan daftar. Dulu masih ada dana cicilan, jadi saya daftar bareng dulu lalu yang lainnya menyusul melalui sistem cicilan tersebut,” ucapnya.

Selain persiapan materi, Peni menekankan bahwa fokus utamanya tahun ini adalah persiapan mental dan keikhlasan untuk mendampingi sang ibu selama di Tanah Suci. Perjalanan haji kali ini ia maknai sebagai bentuk ibadah ganda, yakni menjalankan rukun Islam sekaligus menjalankan bakti kepada orang tua di tempat yang paling mulia.

“Persiapan mental saya secara pribadi yang paling utama karena berangkat bersama ibu, begitu juga dengan keikhlasan suami saya. Saya menerima dan ikhlas karena nilai ibadah saya di sana nantinya juga akan fokus bersama ibu agar semua berjalan lancar,” kata Peni.

Peni berharap seluruh rangkaian ibadah haji di tahun 2026 ini dapat berjalan tanpa halangan suatu apa pun hingga tiba waktunya kembali ke tanah air. Ia memohon doa agar seluruh rombongan keluarganya diberikan kesehatan dan keselamatan sehingga dapat pulang ke Indonesia dalam keadaan selamat dan meraih haji mabrur. (QA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....