Mitigasi Barang Terlarang, PPIH Embarkasi Solo Cek Ribuan Koper Jemaah Calon Haji
- 20 Apr 2026 19:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mulai melakukan sterilisasi terhadap ribuan koper milik jemaah haji kloter pertama hingga kelima asal Kabupaten Tegal. Berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), koper jemaah wajib tiba di Asrama Haji Donohudan dua hari sebelum jadwal keberangkatan untuk menjalani pemeriksaan ketat.
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan kedatangan koper lebih awal bertujuan untuk memitigasi keberadaan barang-barang yang dilarang dalam penerbangan. Seluruh koper yang diangkut menggunakan truk dari daerah asal tersebut langsung melewati proses X-ray dan penimbangan oleh pihak Angkasa Pura di gudang perbekalan.
“Koper insyaallah hari ini datang tiga kloter karena SOP-nya dua hari sebelum penerbangan koper sudah harus sampai di asrama haji. Kenapa harus lebih awal? Karena akan ada pemeriksaan dari Angkasa Pura, kita X-ray dan kita timbang untuk mitigasi barang terlarang,” ujar Fitriyanto, Senin 20 April 2026.
Meskipun sosialisasi mengenai barang terlarang sudah dilakukan sejak masa manasik di tingkat kabupaten, petugas di lapangan masih menemukan adanya pelanggaran. Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengungkapkan perangkat elektronik tertentu masih sering ditemukan di dalam bagasi koper besar.
“Untuk prosesi barang bawaan biasanya dilakukan pengecekan dulu dari pihak penerbangan. Dari koper besar jemaah, biasanya masih ditemukan beberapa barang yang dilarang seperti power bank yang saat ini kasusnya masih kerap terjadi,” ucap David.
David menambahkan koper milik jemaah dibawa menggunakan armada truk yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah masing-masing dengan surat tugas resmi. Sementara itu, untuk koper milik petugas dan petugas haji daerah, perlakuannya sedikit berbeda karena dibawa langsung oleh personel sebelum memasuki asrama.
“Koper petugas daerah dibawa langsung oleh mereka sebelum masuk embarkasi. Namun untuk jemaah, semua harus melalui sterilisasi di perbekalan agar saat jemaah tiba di asrama, urusan bagasi mereka sudah dinyatakan laik terbang dan aman,” katanya.
Pihak PPIH mengimbau agar jemaah benar-benar mematuhi larangan membawa benda tajam, cairan berlebih, hingga power bank di dalam koper bagasi. Kedisiplinan jemaah dalam menata barang bawaan dinilai menjadi kunci utama kelancaran proses keberangkatan jemaah menuju tanah suci tanpa kendala teknis di bandara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....