Perdana, 15 Kloter Jemaah Haji Asal Jawa Tengah Terbang Lewat Yogyakarta

  • 20 Apr 2026 19:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Sistem keberangkatan jemaah haji asal Jawa Tengah pada tahun 2026 mengalami perubahan signifikan dengan adanya pembagian jalur penerbangan melalui dua embarkasi berbeda. Sebanyak 81 kloter dijadwalkan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara 15 kloter lainnya akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta guna meningkatkan kenyamanan layanan.

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan pengalihan sebagian jemaah ke Yogyakarta ini mencakup sekitar 6.000 jemaah yang berasal dari wilayah eks-Karesidenan Kedu. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, hingga Kabupaten Kebumen yang secara geografis lebih dekat dengan Yogyakarta.

“Tahun ini ada yang berbeda untuk keberangkatan haji Jawa Tengah. Ada 81 kloter yang berangkat dari Embarkasi Solo dan ada 15 kloter yang akan berangkat lewat Embarkasi Jogja, bergabung dengan kloter dari sana,” ujar Fitriyanto, Senin 20 April 2026.

Fitriyanto memaparkan pertimbangan utama kebijakan ini adalah untuk mengurangi tingkat kelelahan jemaah akibat perjalanan darat yang terlalu jauh menuju Solo. Dengan jarak tempuh yang lebih singkat menuju embarkasi, jemaah diharapkan bisa lebih rileks dan memiliki kondisi fisik yang prima sebelum menempuh penerbangan panjang ke Arab Saudi.

“Karena tahun ini Jogja membuka embarkasi, tentu daerah yang secara geografis dekat dengan Jogja kita berangkatkan dari sana. Ini juga untuk meningkatkan layanan karena selama ini di Solo sangat padat, bisa sampai lima kloter dalam sehari,” ucapnya.

Selain faktor kelelahan jemaah, pemecahan jalur ini dilakukan untuk mengurai kepadatan aktivitas di Asrama Haji Donohudan yang seringkali mencapai titik jenuh pada puncak kedatangan. Dengan berkurangnya beban operasional di Solo, PPIH meyakini tingkat ketelitian petugas dan kenyamanan jemaah di asrama akan meningkat secara signifikan.

“Dengan dipecahnya ke Jogja, tingkat kesibukan di Embarkasi Solo juga akan berkurang sehingga menambah kenyamanan bagi jemaah yang berangkat dari sini. Persiapan di kedua titik pelayanan ini sudah hampir mencapai 100 persen untuk menyambut kloter pertama,” kata Fitriyanto.

Kebijakan ini merupakan bagian dari mitigasi layanan haji tahun 2026 untuk memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik, terutama bagi jemaah lansia yang jumlahnya masih mendominasi. Fokus utama PPIH tetap pada perlindungan jemaah agar tetap sehat dan bugar sejak meninggalkan tanah air hingga tiba di tanah suci nanti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....