Bupati: Pulang Haji Jangan Angkuh, Jadilah Penggerak Kebaikan
- 09 Jul 2025 09:02 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Pemerintah Kabupaten Sragen menggelar tasyakuran bersama jemaah haji sepulang dari Tanah Suci. Suasana penuh syukur dan kebahagiaan menyelimuti tasyakuran haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (8/7/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen Sigit Pamungkas, jajaran Forkopimda, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Sragen Ihsan Muhadi. Bupati Sigit juga menjadi bagian dari jemaah haji 1446H kabupaten Sragen meskipun pulang lebih awal lantaran ada tugas pemerintahan.
Kepala Kemenag Sragen Ihsan Muhadi menyampaikan bahwa total 888 jamaah haji asal Sragen yang diberangkatkan dalam beberapa kloter sudah melaksanakan rukun wajib dan sunah haji. Seluruh jamaah telah kembali ke Tanah Air kecuali tiga orang wafat di Tanah Suci dan seorang di Embarkasi Solo.
“Kementerian Agama berharap seluruh jamaah haji yang telah kembali ke tanah air dapat terus menjaga semangat dan spirit ibadah hajinya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Jemaah haji lanjut Ihsan harus menjaga kemabruran hajinya. Salah satunya dengan menjaga Istiqomah ibadah yang telah dijalankan di Tanah Suci.
"Semoga amal ibadahnya meningkat setelah haji. Kemudian bergabung dengan IPHI (ikatan persaudaraan haji) di daerah masing-masing sebagai tempat silaturahmi dan melakukan kegiatan. Semoga hajinya mabrur sepanjang umur."

Jemaah haji kabupaten Sragen mengikuti tasyakuran haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (8/7). (Foto: RRI/Diskominfo Sragen)
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para jamaah. Ia mengajak seluruh haji dan hajjah untuk terus menebarkan semangat positif, membaur dengan masyarakat, dan menjadi contoh dalam kehidupan sosial.
“Sepulang haji jangan malah membuat jarak, tapi justru jadi motor penggerak kebaikan di lingkungan masing-masing. Kehadiran panjenengan semua semoga membawa berkah untuk Kabupaten Sragen,” kata Bupati Sigit.
Bupati juga berbagi pengalamannya saat berhaji, yang membuatnya semakin memahami perjuangan para jamaah. Ia menegaskan bahwa gelar “Haji” di depan nama adalah bentuk penghargaan atas proses panjang dan penuh kesabaran.
Di sela acara, saat salah satu jamaah haji Nyono, berbagi kesan perjalanan haji bersama Bupati Sigit. Ia mengungkapkan bahwa dirinya adalah teman sekamar Bupati saat di Tanah Suci, dan merupakan yang paling senior di antara tiga teman sekamar lainnya.
“Pak Sigit itu orangnya aktif sekali. Kami biasanya sudah kembali ke kamar jam 9 malam, tapi beliau baru masuk kamar jam 11 malam," ucapnya.
Nyono mengaku sempat membawa alat bantu tongkat dari rumah karena masalah kesehatan. Namun, semangatnya yang luar biasa selama berhaji membuat tongkat itu tidak pernah digunakan lagi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....