Debarkasi Solo Sudah Menerima Kedatangan 55 Kloter Selama 19 Hari Kepulangan Haji
- 20 Jun 2026 20:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Berjalan selama 19 hari kepulangan haji, Debarkasi Solo sudah menerima kedatangan 55 kelompok terbang atau Kloter dengan total 19.681 jemaah haji. Dua kloter terakhir yang tiba pada Sabtu, 20 Juni 2026, yakni 54 dan 55 didominasi dari Kota Surakarta, Wonogiri, Klaten dan Boyolali.
Selain kepulangan jemaah haji, Debarkasi Solo juga mendata adanya 10 jemaah yang sakit dan di rawat di Mekkah sebanyak lima jemaah haji dan lima jemaah lainnya di rawat di Madinah.
Hal tersebut dikatakan langsung Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia saat ditemui di Asrama Haji Donohudan. Dirinya juga mengatakan ada 52 jemaah yang terdata meninggal dunia, baik di tanah suci maupun saat kembali ke tanah air.
"Jemaah haji yang wafat dari Embarkasi Solo sebanyak 52 jemaah dengan rincian 48 jemaah haji wafat di tanah suci, satu jemaah wafat ketika perjalanan dari tanah suci dan tiga jemaah wafat ketika tiba di tanah air," kata Nabiila Azka Amaalia.
Terkait banyaknya jemaah yang mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga meninggal dunia, Kasi Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia juga turut memberikan himbauan untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak memaksakan melaksanakan ibadah sunnah jika kondisi badan kurang fit.
"Himbauan kepada seluruh jemaah yang masih di tanah suci, silahkan jangan memaksakan diri untuk melakukan kegiatan ziarah, mungkin kaya city tour dan mungkin ketika jemaah kondisinya kurang fit, jangan dipaksa untuk melaksanakan solat Arbain, karena kalau dipaksakan selama lima waktu dalam satu hari dengan kondisi tidak fit nantinya ketika pulang akan berdampak risiko juga kepada jemaah," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Boyolali, Faizin yang hadir untuk menjemput rombongan jemaah haji asal Boyolali, berharap para jemaah bisa mematuhi aturan untuk kembali ke rumah dengan bantuan petugas.
"Sudah kita sepakati bersama bahwa jemaah jangan ada yang istilahnya dijemput di jalan atau pulang sendiri-sendiri. Semua sudah diatur oleh panitia bahwa nanti jemaah itu turun di titik-titik yang sudah ditentukan. Itu dilakukan istilahnya pelayanan dan kenyamanan untuk jemaah yang tetap kita jaga sampai ke rumah masing-masing," ucap Faizin.
Dalam menjaga kesehatan jemaah asal Kabupaten Boyolali juga, Faizin menambahkan bahwa Pemerintah Daerah selalu menghimbau para jemaah yang sudah tiba dari tanah suci untuk tetap memperhatikan kesehatan, serta menggunakan masker untuk berjaga-jaga.
Meskipun begitu, dirinya memastikan hingga kini, semua jemaah asal Boyolali yang tiba di tanah air memiliki kondisi yang baik dan hanya terdata satu jemaah meninggal dunia saat berada di tanah suci.
"Beberapa jemaah yang sudah kita temui, rata-rata semua sehat tapi walaupun begitu kita harus waspada juga supaya tetap terjaga kesehatannya, jemaah dan lingkungannya. Dari jemaah yang meninggal dunia hanya satu di tanah suci dan sudah kita laporkan ke pak Bupati," ucapnya menambahkan.
Debarkasi Solo terus memastikan kepulangan jemaah haji bisa berjalan lancar dan baik hingga semua kembali ke tanah air. Segala fasilitas hingga himbauan tidak henti-henti dilakukan agar para jemaah bisa bertemu dengan keluarga setelah menjalani ibadah di tanah suci. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....