Evaluasi PPIH Solo: 51 Jemaah Wafat, 11 Orang Masih Dirawat di Saudi

  • 19 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo melansir data terkini mengenai evaluasi medis yang mencatat akumulasi 51 jemaah haji dinyatakan wafat hingga hari ke-18 masa operasional pemulangan pada Jumat, 19 Juni 2026. Berdasarkan data rekam medis, tiga jemaah di antaranya dilaporkan meninggal dunia setelah pesawat mendarat di tanah air akibat faktor kelelahan fisik yang akut.

“Untuk jemaah haji yang wafat dari Embarkasi Solo ini sebanyak 51 jemaah dengan rincian 47 jemaah wafat di tanah suci, satu jemaah wafat di pesawat, dan ada tiga jemaah wafat di tanah air. Dua jemaah ketika sudah sampai di Bandara Adi Sumarmo sedang dilakukan boarding, mungkin karena kelelahan lalu jemaah pingsan dan sudah kami segera rujuk di rumah sakit TNI Angkatan Udara,” kata Humas PPIH Debarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia saat dikonfirmasi RRI.

Nabiila mengatakan, petugas medis di lapangan telah melakukan upaya resusitasi dan kedaruratan semaksimal mungkin sebelum para jemaah tersebut dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Di samping itu, saat ini masih terdapat 11 jemaah haji asal Solo yang terpaksa tertunda kepulangannya karena kondisi kesehatan drop dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Makkah maupun Madinah.

“Sudah kami mengupayakan dari petugas medis juga sudah mengupayakan namun kehendak Allah jemaah dinyatakan wafat seperti itu. Dan untuk jemaah haji yang sakit dari embarkasi Solo ini sebanyak 11 jemaah, satu di antaranya adalah pendamping dari Kloter 16,” ucapnya.

Nabiila mengimbau kepada seluruh jemaah gelombang kedua yang saat ini sedang bergeser ke wilayah Madinah agar selalu mengutamakan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri dalam beribadah. Peringatan ini dinilai krusial khususnya bagi jemaah lanjut usia, mengingat paparan cuaca ekstrem sore hari di Arab Saudi dilaporkan sempat menembus angka 44 derajat Celsius.

“Jika memang kondisinya tidak memungkinkan jangan diforsir atau jangan dipaksakan untuk melaksanakan salat Arbain, lebih utamanya adalah mengingat kondisi tubuh biar bisa pulang ke tanah air dengan keadaan sehat. Kemarin kami terinfo sore hari aja bisa sampai 44 derajat Celsius, silakan gunakan alat pelindung diri yang lengkap,” ujar Nabiila.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....