Polresta Surakarta Minta Warga Waspadai Tawaran Haji Murah

  • 18 Agt 2026 17:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Polresta Surakarta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran program haji dengan biaya jauh di bawah harga umum. Imbauan tersebut disampaikan setelah polisi mengungkap dugaan penipuan dan penggelapan program pemberangkatan haji yang menyebabkan korban mengalami kerugian lebih dari Rp102 juta.

Wakapolresta Surakarta AKBP Heru Eko Wibowo mengatakan, masyarakat perlu memastikan legalitas agen sebelum menyerahkan uang untuk program haji maupun umrah. Rekam jejak agen dan mekanisme pembayaran juga perlu diperiksa untuk memastikan program benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

“Dilihat dulu legalitasnya benar atau tidak. Agen itu sudah berapa kali melakukan pemberangkatan, terdaftar atau tidak, berizin atau tidak. Itu yang paling penting,” kata Heru, Selasa, 18 Agustus 2026.

Menurut Heru, masyarakat juga perlu memastikan rekening tujuan pembayaran. Pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan atau badan usaha penyelenggara, bukan rekening pribadi.

Perkara yang diungkap Polresta Surakarta bermula ketika tersangka berinisial DF menawarkan program haji 2025 dengan subsidi Rp100 juta. Korban kemudian menyerahkan uang secara bertahap hingga mencapai Rp104,3 juta, tetapi tidak kunjung diberangkatkan.

Kasatreskrim Polresta Surakarta AKP Derry Eko Setiawan mengatakan, polisi hingga kini belum menerima laporan dari korban lain dalam perkara tersebut. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang mengalami kejadian serupa.

“Untuk korban lain sampai detik ini belum ada laporan. Kami juga masih mendalami apakah ada yang mungkin akan melapor atau tidak,” ujar Derry.

Polresta Surakarta mengajak masyarakat yang merasa menjadi korban dengan modus serupa untuk melapor. Langkah tersebut diperlukan agar polisi dapat melakukan pendataan sekaligus mendalami kemungkinan adanya korban lain.

Selain itu, masyarakat diminta tidak hanya mempertimbangkan murahnya biaya ketika memilih program haji atau umrah. Legalitas penyelenggara, pengalaman pemberangkatan, dokumen program, serta tujuan rekening pembayaran perlu dipastikan sebelum melakukan transaksi. (Diqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....