Kasus Kekerasan Anak Bagai Gung Es
- 18 Agt 2026 14:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam berbagai bentuk, baik fisik, psikis, maupun kekerasan seksual masih mewarnai hingga dibulan ke delapan pada tahun 2026.
Seperti disampaikan Ketua Tim Pemberitaan RRI Surakarta Agus Yoga pada komentar pagi Selasa (18 Agustus 2026), kondisi itu seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan kekerasan membuat banyak kasus bisa terungkap dan jumlah laporan meningkat.
Kendati demikian ungkapnya, upaya pencegahan dan perlindungan perempuan dan anak harus terus ditingkatkan karena modus kejahatan yang semakin canggih akibat derasnya perkembangan teknologi informasi.
“Masyarakat harus juga mewaspadai kekerasan berbasis jender secara daring dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menyebabkan banyak perempuan dan anak yang menjadi korban,” katanya.
Contoh kasus menurutnya, yang menjadi keprihatinan kita semua meski Wonogiri sudah medapat predikat Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama tahun 2021, terungkap kasusnya belum turun dan "bagaikan fenomena gunung es". cpps.ugm.ac.id
Trand kasus 2025-2026 berdasarkan data Polres Wonogiri dan DPPKB P3A Wonogiri, kekerasan seksual meningkat 15%. Pelaku disinyalir dari lingkungan terdekat korban. Bahkan yang memilukan diduga oknum petugas mecabuli anak rekan kerja 19 tahun melalui video call dan kirim foto tak senonoh.
Faktor penyebab anak menjadi korban salah satunya faktor ekonomi keluarga. Orang tua merantau sehingga tidak bisa mendampingi anak. Kelompok rentan: anak ditinggal merantau, putus sekolah, orang tua berpisah.
“Modus biasanya memberikan uang atau barang kepada korban sering digunakan pelaku untuk membungkam korban,” kata Agus Yoga.
Berharap, penegakan hukum cepat dan petugas petugas berkomitmen "zero tolerance terhadap predator anak serta proses transparan serta perlindungan korban maksimal.
Sebagai bentuk pencegahan dan edukasi di sekolah, galakan Program "Police Goes to School"
Untuk orang tua disarankan, cek barang bawaan anak rutin dan segera lapor ke petugas jika ada indikasi mencurikan.
Langkah selanjutnya apa yang harus sebagai betuk pencegahan lindungi anak.
-Awasi interaksi anak dengan orang dewasa, terutama pelatih, guru, tetangga.
-Beri edukasi seks sejak dini. Ajarkan "bagian tubuh pribadi" dan "berani bilang tidak"
-Jika ada kecurigaan curiga, lapor kejadian itu kepada pihak berwajib segera bertindak.
“Kekerasan anak bukan aib keluarga. Diam sama hal membiarkan pelaku,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....