Begadang Jadi Kebiasaan Anak Muda di tengah Aktivitas
- 18 Sep 2026 21:12 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Begadang menjadi kebiasaan yang cukup sering dilakukan sebagian anak muda di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Waktu malam yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti bermain game, menonton film, berselancar di media sosial hingga berkumpul bersama teman.
Bagi mahasiswa, aktivitas hingga larut malam terkadang dilakukan untuk menyelesaikan tugas kuliah maupun pekerjaan lainnya. Namun, ada pula yang memilih tetap terjaga meskipun tidak memiliki kegiatan yang mendesak. Kehadiran telepon pintar dan beragam hiburan digital membuat waktu istirahat sering kali semakin bergeser.
Salah seorang mahasiswa di Kota Surakarta, Novan, mengaku sering begadang ketika belum merasa mengantuk. Ia biasanya mengisi waktu dengan bermain game atau berkumpul bersama teman untuk menghilangkan rasa bosan. Menurutnya, aktivitas tersebut membuat waktu malam terasa lebih menyenangkan ketika dirinya belum ingin tidur.
Kebiasaan serupa juga dilakukan Dyah, seorang mahasiswi di Kota Surakarta. Ia mengaku sering menggunakan media sosial hingga larut malam, bahkan terkadang sampai dini hari. Kondisi tersebut membuatnya merasa mengantuk ketika harus kembali menjalani aktivitas pada keesokan harinya.
Kebiasaan tidur larut malam sebenarnya bukan hal baru di kalangan anak muda. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebut kebutuhan tidur berbeda berdasarkan kelompok usia, sementara orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga delapan jam tidur setiap hari. Waktu tidur yang cukup diperlukan agar tubuh dapat beristirahat dan kembali menjalankan aktivitas dengan baik.
Pada kelompok remaja, kebutuhan tidur bahkan lebih panjang dibandingkan orang dewasa. Kementerian Kesehatan menyebut remaja usia 12 hingga 18 tahun membutuhkan sekitar delapan hingga sembilan jam tidur setiap malam. Kurangnya waktu tidur dapat membuat tubuh lebih mudah lelah serta memengaruhi kewaspadaan dan konsentrasi.
Kebiasaan begadang juga sering disertai konsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan teh. Minuman tersebut kerap dipilih untuk membantu tubuh tetap terjaga ketika mengerjakan tugas atau melakukan aktivitas pada malam hari. Namun, Kementerian Kesehatan menganjurkan mengurangi minuman yang bersifat stimulan, terutama bagi mereka yang mengalami kesulitan tidur.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention atau CDC merekomendasikan orang dewasa mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap hari. Data National Center for Health Statistics yang diterbitkan CDC menunjukkan sekitar 30,5 persen orang dewasa di Amerika Serikat tidur kurang dari tujuh jam rata-rata dalam sehari pada 2024. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kurang tidur masih menjadi bagian dari tantangan pola hidup masyarakat modern.
Mengurangi kebiasaan begadang dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus mengubah seluruh rutinitas dalam waktu singkat. Menjaga jadwal tidur dan bangun secara teratur, mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur, serta memberikan waktu istirahat yang cukup menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan. Dengan pola tersebut, waktu malam tidak hanya dimanfaatkan untuk beraktivitas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi sebelum menjalani kegiatan pada hari berikutnya. ( Fara- Abi LPU)
| Baca juga: Futsal Bukan Sekadar Sepak Bola Mini |
Referensi
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan oleh Tubuh.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa yang Menjadi Gangguan Tidur pada Remaja?
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 5 Tips Mengatasi Insomnia.
4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Short Sleep Duration and Sleep Difficulties Among Adults: United States, 2024.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....