Futsal Bukan Sekadar Sepak Bola Mini

  • 26 Agt 2026 07:53 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Futsal selama ini sering dianggap sebagai versi mini dari sepak bola karena sama-sama dimainkan dengan kaki dan menggunakan bola. Namun, olahraga yang kini populer di berbagai penjuru dunia itu ternyata memiliki sejarah kelahiran yang unik dan tidak sekadar menjadi "sepak bola dalam ruangan".

Mengutip akun Instagram @apa.bedanyaa, kisah futsal bermula di Uruguay pada awal dekade 1930-an, ketika sepak bola sedang mengalami ledakan popularitas. Setelah Uruguay menjadi juara Piala Dunia pertama pada 1930, antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan kaum muda, untuk bermain sepak bola ikut meningkat.

Masalahnya, perkembangan Kota Montevideo membuat ruang terbuka untuk bermain semakin terbatas. Ketika musim hujan tiba, lapangan rumput juga mudah berubah menjadi becek sehingga tidak ideal digunakan untuk bermain.

Kondisi tersebut mendorong anak-anak mencoba memanfaatkan fasilitas dalam ruangan, termasuk gedung olahraga YMCA. Namun, menggunakan bola sepak berukuran penuh di dalam ruangan menimbulkan persoalan baru karena bola memiliki pantulan yang terlalu tinggi dan berpotensi merusak fasilitas.

Melihat situasi tersebut, seorang profesor bernama Juan Carlos Ceriani kemudian merancang permainan baru pada 1930. Ia mencoba menciptakan olahraga yang tetap mempertahankan esensi sepak bola, tetapi dapat dimainkan di ruang yang lebih kecil dan dengan aturan yang disesuaikan.

Ceriani kemudian memadukan sejumlah elemen dari berbagai cabang olahraga. Permainan tersebut menggunakan lima pemain seperti basket, gawang seperti dalam bola tangan, sementara sejumlah konsep pergerakan penjaga gawang terinspirasi dari polo air, dengan sepak bola tetap menjadi fondasi utamanya.

Perpaduan berbagai olahraga tersebut melahirkan permainan yang lebih cepat, dinamis, dan cocok dimainkan di area terbatas. Perkembangan aturan selanjutnya membuat olahraga ini semakin terstruktur hingga menjadi cikal bakal futsal modern.

Nama futsal sendiri kemudian semakin dikenal dan olahraga tersebut menyebar ke berbagai negara. Dari sebuah solusi sederhana akibat keterbatasan lapangan di Uruguay, futsal berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan komunitas dan turnamen di tingkat internasional.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa futsal bukan sekadar sepak bola yang diperkecil. Olahraga ini lahir dari kreativitas dalam menyelesaikan persoalan ruang dan kemudian berkembang menjadi permainan dengan karakter, aturan, serta tekniknya sendiri.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....