Mitos atau Fakta? Injak Gas sebelum Starter Mobil Lawas
- 28 Jul 2026 02:35 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pemilik mobil lawas, terutama yang masih menggunakan sistem karburator, memiliki kebiasaan menginjak atau mengocok pedal gas beberapa kali sebelum melakukan cold start di pagi hari. Kebiasaan ini dipercaya dapat membuat mesin lebih mudah hidup karena bensin dianggap lebih cepat masuk ke ruang bakar. Namun, benarkah cara tersebut selalu diperlukan, atau justru bisa menimbulkan masalah pada mesin?
Jawabannya bergantung pada jenis sistem bahan bakar dan kondisi mobil. Pada mobil berkarburator, menginjak pedal gas beberapa kali sebelum starter memang memiliki fungsi tertentu. Saat pedal gas diinjak, mekanisme accelerator pump di dalam karburator akan menyemprotkan sedikit bensin ke venturi sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi lebih kaya. Campuran yang lebih kaya ini membantu proses pembakaran ketika mesin masih dingin, terutama pada pagi hari atau saat suhu lingkungan rendah.
Selain itu, pada beberapa karburator, injakan pedal gas pertama juga membantu mengaktifkan mekanisme automatic choke atau mengatur posisi choke agar lebih siap saat mesin dinyalakan. Karena itulah, beberapa pabrikan mobil lawas memang menganjurkan satu hingga dua kali injakan pedal gas sebelum starter. Namun, prosedur ini tidak berlaku untuk semua kendaraan karena setiap desain karburator memiliki karakteristik yang berbeda.
Meski demikian, mengocok pedal gas terlalu banyak bukanlah langkah yang bijak. Jika pedal diinjak berulang kali, terlalu banyak bensin akan masuk ke intake sehingga mesin bisa mengalami flooding atau kebanjiran bahan bakar. Akibatnya busi menjadi basah dan mesin justru lebih sulit dihidupkan. Dalam kondisi seperti ini, pengemudi bahkan harus membuka throttle penuh saat starter agar kelebihan bensin dapat dibuang melalui aliran udara.
| Baca juga: Mesin Awet? Jangan Salah Kebiasaan! |
Berbeda dengan mobil karburator, mobil yang sudah menggunakan sistem Electronic Fuel Injection (EFI) tidak memerlukan injakan pedal gas sebelum starter. ECU akan menghitung sendiri jumlah bahan bakar yang dibutuhkan berdasarkan data dari sensor suhu mesin, sensor udara, dan sensor lainnya. Bahkan, menginjak pedal gas pada mobil injeksi modern umumnya tidak memberikan manfaat apapun saat proses cold start, kecuali pada kondisi tertentu yang telah diprogram oleh pabrikan.
Jika mobil karburator tetap sulit hidup meskipun prosedur starter sudah benar, penyebabnya kemungkinan bukan karena kurang menginjak pedal gas. Masalah bisa berasal dari choke yang tidak bekerja, setelan karburator yang kurang tepat, pompa bensin mekanis yang mulai lemah, kebocoran vakum, hingga sistem pengapian seperti busi dan koil yang sudah menurun performanya. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh jauh lebih efektif dibanding terus mengocok pedal gas.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia meluruskan sebenarnya bukan sebelum start, akan tetapi ketika kontak on sambil injak/kocok gas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan choke atau mengontrol udara yang masuk agar pas, ketika sudah pas maka stater mobil karburator akan mudah menyala. Terkadang tindakan ini diperlukan ketika settingan karburator mobil yang lebih rich atau lean, sehingga kebutuhan udara pun menjadi bisa lebih banyak ataupun sedikit. Karburator memiliki prinsip ketika on maka throttle akan terbuka katupnya dan angin bisa masuk, baru lah bensinnya terbawa masuk oleh angin dan bensin baru tersembur.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....