Suhu Mesin 105°C, Apakah Mobil Sudah Overheat?

  • 21 Jul 2026 04:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta: Banyak pemilik mobil baru merasa panik ketika melihat suhu mesin terus meningkat hingga mendekati angka 100 derajat Celcius, namun motor fan radiator belum juga berputar. Tidak sedikit yang menganggap kondisi tersebut sebagai tanda kerusakan pada sistem pendingin. Lalu, benarkah motor fan radiator mobil keluaran terbaru memang baru akan menyala saat suhu mesin mencapai sekitar 105 derajat Celcius?

Jawabannya adalah ya, pada banyak mobil modern hal tersebut merupakan kondisi yang normal, meskipun tidak berlaku untuk semua merek dan model kendaraan. Pabrikan kini merancang mesin agar bekerja pada suhu yang lebih tinggi dibanding mobil generasi lama. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pembakaran, menekan emisi gas buang, serta mengoptimalkan konsumsi bahan bakar. Karena itu, ECU (Engine Control Unit) akan mengaktifkan motor fan sesuai parameter yang telah diprogram oleh pabrikan.

Pada sebagian besar mobil modern, motor fan biasanya mulai bekerja pada kisaran suhu coolant sekitar 98–105 derajat Celcius, kemudian akan berhenti kembali setelah suhu turun ke kisaran 90–98 derajat Celcius. Rentang ini berbeda-beda tergantung desain sistem pendingin, jenis mesin, kapasitas radiator, hingga strategi pendinginan yang diterapkan oleh masing-masing produsen kendaraan.

Banyak pengemudi mengira indikator suhu yang berada di tengah berarti temperatur mesin hanya sekitar 90 derajat Celcius. Padahal, pada mobil modern, indikator suhu umumnya dibuat stabil di posisi tengah dalam rentang suhu yang cukup lebar agar pengemudi tidak khawatir dengan perubahan suhu kecil yang masih tergolong normal. Oleh karena itu, suhu aktual mesin bisa saja sudah mencapai lebih dari 100 derajat Celcius meskipun jarum indikator tidak bergerak.

Yang perlu diwaspadai bukanlah angka 105 derajat Celcius itu sendiri, melainkan jika motor fan tidak menyala sama sekali ketika suhu sudah melewati batas kerja normal atau suhu terus meningkat hingga menyebabkan overheat. Penyebabnya bisa berasal dari motor fan yang rusak, relay fan bermasalah, sekring putus, sensor suhu coolant tidak akurat, thermostat macet, hingga volume coolant yang kurang. Pemeriksaan menggunakan scanner OBD dapat membantu mengetahui suhu coolant secara akurat dibanding hanya mengandalkan indikator di dashboard.

Jika ingin memastikan apakah motor fan mobil Anda bekerja sesuai spesifikasi, sebaiknya lihat data live temperature melalui alat scanner atau mengacu pada buku manual kendaraan. Hindari langsung mengganti sensor atau memodifikasi sistem pendingin hanya karena kipas terlihat terlambat menyala. Selama suhu kerja masih sesuai spesifikasi pabrikan dan tidak terjadi overheat, sistem pendingin masih dapat dikatakan bekerja dengan normal.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia tidak satu pendapat bahwa motor fan kipas radiator mobil baru akan menyala ketika suhu berada di 105°C. Fan radiator akan menyala sudah pasti ada di bawah suhu 100°C, teorinya super simple sebab air akan mendidih di suhu 100°C. Jadi pabrikan mobil pasti akan membuat motor fan akan menyala ketika suhu sudah mendekati atau dibawah 100°C. Biasanya berada di range 95-98°C dan tidak mungkin mencapai suhu mendidih air, sebab pabrikan sudah berasumsi bahwa pengguna mobil tidak semuanya menggunakan air radiator khusus atau coolant.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....