Salah Pilih Oli Bisa Bikin Pompa Oli Jebol?
- 26 Mei 2026 21:57 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Masih banyak pemilik mobil bensin yang beranggapan bahwa semakin kental oli mesin maka perlindungan terhadap komponen mesin juga akan semakin baik. Karena alasan itu, tidak sedikit pengguna mobil yang nekat memakai oli dengan tingkat kekentalan tinggi seperti SAE 20W-50 pada mesin yang sebenarnya direkomendasikan menggunakan oli lebih encer semisal 0W-20 atau 5W-30. Padahal, penggunaan oli yang terlalu kental justru bisa menimbulkan masalah serius pada sistem pelumasan mesin.
Pompa oli pada mesin mobil dirancang bekerja sesuai spesifikasi tekanan dan aliran oli tertentu. Ketika oli yang digunakan terlalu kental, beban kerja pompa oli menjadi lebih berat karena harus mendorong cairan dengan viskositas lebih tinggi ke seluruh jalur pelumasan mesin. Kondisi ini dapat membuat pompa oli bekerja ekstra keras, terutama saat mesin pertama kali dinyalakan dalam kondisi dingin.
Selain memperberat kerja pompa oli, oli yang terlalu kental juga dapat memperlambat sirkulasi pelumasan menuju komponen vital seperti camshaft, piston, hingga crankshaft. Akibatnya, beberapa bagian mesin bisa mengalami kekurangan pelumasan sesaat ketika start awal. Dalam jangka panjang, gesekan berlebih tersebut dapat mempercepat keausan komponen internal mesin.
Bukan hanya itu, tekanan oli yang terlalu tinggi akibat penggunaan oli sangat kental juga berpotensi membuat seal atau gasket mesin lebih cepat bocor. Pada beberapa kasus ekstrim, relief valve pada pompa oli bisa bekerja terus-menerus untuk menurunkan tekanan berlebih. Jika kondisi ini dibiarkan dalam waktu lama, umur pompa oli tentu dapat menjadi lebih pendek dibanding penggunaan oli sesuai rekomendasi pabrikan.
Namun perlu dipahami, penggunaan oli SAE 20W-50 tidak selalu salah. Oli dengan viskositas tinggi masih cocok digunakan pada mesin-mesin lawas dengan celah komponen yang sudah renggang akibat usia pakai tinggi. Mesin tua biasanya memang membutuhkan oli lebih kental untuk menjaga tekanan oli tetap stabil dan mengurangi rembesan pada ruang bakar. Jadi, pemilihan oli harus tetap disesuaikan dengan desain dan kondisi mesin kendaraan.
Pada mobil bensin modern, terutama yang sudah menggunakan teknologi VVT, turbo, atau hydraulic lifter, oli terlalu kental justru dapat mengganggu performa sistem tersebut. Respons mesin menjadi lebih berat, konsumsi BBM meningkat, hingga tarikan terasa kurang spontan. Bahkan pada beberapa mobil modern, penggunaan oli di luar spesifikasi bisa memicu lampu indikator check engine atau warning oil pressure menyala.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa pemakaian oli dengan viskositas lebih kental secara ekstrim itu tidak hanya pompa oli saja, namun bisa merusak keseluruhan komponen mesin. Oli dengan SAE 20w-50 ini sebagian besar diperuntukkan untuk oli mobil dengan mesin diesel, lebih amannya mobil bensin menggunakan oli dengan viskositas SAE 10W-40. Oli mesin dengan SAE 10W-40 ini adalah oli dengan spesifikasi paling standar untuk mesin mobil bensin bisa masuk untuk mobil mulai tahun 90-an hingga mobil modern terbaru sekarang ini.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....