Hujan Bikin Rem Lebih Gigit? Jangan Salah Paham!
- 27 Apr 2026 09:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Banyak pengemudi merasa bahwa saat hujan, performa rem mobil justru terasa lebih “menggigit” atau pakem dibandingkan ketika jalanan kering. Fenomena ini sering dianggap sebagai keuntungan berkendara di kondisi basah. Tapi, apakah benar air bisa meningkatkan daya cengkeram sistem pengereman?
Pada dasarnya, sistem rem mobil—terutama yang menggunakan cakram rem (disc brake) dan kampas rem (brake pad)—dirancang bekerja optimal dalam kondisi kering. Air justru berpotensi mengurangi efektifitas pengereman, terutama saat awal terkena air. Ada beberapa faktor yang membuat persepsi ini muncul:
- Efek Pendinginan
Saat hujan, air yang mengenai komponen rem membantu menurunkan suhu cakram rem. Dalam kondisi tertentu, suhu yang lebih rendah bisa membuat kampas rem bekerja lebih stabil dan tidak overheat. Namun, ini hanya berlaku jika sebelumnya rem dalam kondisi panas berlebih.
- Lapisan Debu dan Kotoran Hilang
Pada jalan kering, permukaan cakram bisa tertutup debu atau partikel halus. Saat hujan, air membantu “membersihkan” permukaan tersebut sehingga kontak antara kampas dan cakram menjadi lebih optimal.
- Perubahan Gaya Berkendara
Tanpa sadar, pengemudi cenderung akan mengurangi kecepatan saat hujan dan lebih fokus saat mengerem. Hal ini menciptakan kesan rem lebih pakem, padahal yang berubah adalah cara mengemudi.
Disisi lain, ada kondisi yang justru berbahaya air justru bisa mengurangi daya pengereman ketika lapisan air yang berada di cakram bisa menyebabkan efek slip sementara. Berikutnya rem juga bisa terasa “kosong” saat pertama diinjak setelah melewati genangan dan pada sistem tertentu seperti rem tromol (drum brake), air bisa terperangkap lebih lama dan menurunkan performa. Itulah sebabnya setelah melewati genangan, disarankan untuk menginjak rem ringan beberapa kali agar permukaan kembali kering.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa perlu diketahui jika pengereman itu adalah perubahan dari energi kinetik menjadi energi friksi, dimana proses tersebut menghasilkan panas yang dibuang sehingga mobil dapat berhenti. Nah disinilah letak terasa lebih pakemnya ketika disc brake yang panas terkena air maka secara otomatis disc brake akan menjadi lebih dingin.
Tidak hanya disc brake, bagi pengguna mobil yang rem belakangnya masih drum brake atau tromol ketika terkena air pembuangan panasnya akan lebih cepat. Sehingga pengereman mobil akan bekerja secara lebih efisien dibandingkan ketika cuaca sedang panas atau tidak hujan. Namun tidak disarankan untuk melakukan penyemprotan air langsung ke disc brake yang berbahan dari besi, sebab apabila dalam kondisi panas dan sering disemprot air itu memungkinkan disc brake akan menjadi cepat melengkung atau patah.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....