Mobil Diesel Lama Diam? Hati-Hati Solar Jadi Lendir!
- 18 Mei 2026 10:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak pengemudi merasa bahwa saat hujan, performa rem mobil justru terasa lebih “menggigit” atau pakem dibandingkan ketika jalanan kering. Fenomena ini sering dianggap sebagai keuntungan berkendara di kondisi basah. Tapi, apakah benar air bisa meningkatkan daya cengkeram sistem pengereman?
Secara ilmiah, solar memang bisa mengalami degradasi kualitas seiring waktu. Berbeda dengan bensin, solar memiliki kandungan organik yang lebih rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Mikroorganisme ini berkembang di batas antara air dan bahan bakar di dalam tangki, terutama jika terdapat kondensasi air akibat perubahan suhu.
Ketika mikroorganisme tersebut berkembang, mereka menghasilkan zat sisa berupa lendir atau sludge yang bisa terlihat seperti gel atau kotoran berlendir. Inilah yang sering disalahartikan sebagai “solar basi”. Padahal, bukan solar itu sendiri yang berubah menjadi lendir, melainkan kontaminasi biologis yang tumbuh di dalamnya.
| Baca juga: Engine Brake Diesel vs Bensin |
Masalah ini semakin parah jika tangki bahan bakar tidak penuh. Ruang kosong di dalam tangki memungkinkan terbentuknya uap air yang kemudian mengembun menjadi air.
Air inilah yang menjadi media ideal bagi pertumbuhan mikroba. Semakin lama kendaraan didiamkan, semakin besar potensi terbentuknya lendir tersebut.
Dampak dari solar berlendir ini tidak bisa dianggap sepele. Endapan tersebut dapat menyumbat filter bahan bakar, mengganggu aliran solar ke mesin, hingga menyebabkan performa mesin menurun atau bahkan sulit dihidupkan. Dalam kasus ekstrim, sistem injeksi bisa ikut terdampak dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Untuk mencegah hal ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menjaga tangki tetap terisi penuh saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama. Selain itu, penggunaan aditif bahan bakar khusus diesel juga bisa membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Rutin menghidupkan mesin meskipun tidak digunakan juga dapat membantu sirkulasi bahan bakar tetap baik.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa, apabila mobil diesel akan terparkir lama memang sebaiknya dilakukan pengisian full untuk mencegah terjadinya proses kondensasi air di dalam tangki. Kasus solar yang berlendir ini sebenarnya lebih dipengaruhi oleh kualitas solar yang didapatkan, bisa jadi pengemudi mendapatkan solar dengan kualitas buruk atau mungkin mendapatkan stok solar yang berada di permukaan tangki penyimpanan SPBU sehingga terdapat sludge yang ikut tersedot ke dalam.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....