Solar untuk Flushing Oli, Aman Tidak?

  • 27 Mar 2026 11:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Perawatan oli mesin merupakan salah satu hal paling penting dalam menjaga performa dan umur panjang mesin mobil. Namun di kalangan pengguna mobil, masih sering muncul berbagai metode alternatif untuk membersihkan mesin dari sisa-sisa kotoran oli lama. Salah satu metode yang cukup sering dibicarakan adalah melakukan flushing oli mesin menggunakan solar. Lalu, sebenarnya amankah cara ini dilakukan?

Secara sederhana, flushing oli mesin adalah proses membersihkan bagian dalam mesin dari kerak, lumpur oli (sludge), dan sisa oli lama sebelum diisi dengan oli baru. Biasanya proses ini menggunakan cairan khusus yang disebut engine flush yang memang dirancang untuk melarutkan kotoran tanpa merusak komponen mesin. Namun karena harga cairan khusus ini relatif lebih mahal, sebagian orang mencoba menggantinya dengan solar yang dianggap memiliki sifat pembersih.

Solar memang memiliki sifat pelarut yang cukup kuat sehingga mampu melarutkan kotoran dan kerak oli di dalam mesin. Karena sifat inilah beberapa mekanik lama atau pengguna kendaraan lawas pernah menggunakan solar sebagai cairan pembilas mesin. Prosesnya biasanya dilakukan dengan mencampurkan solar ke dalam mesin, menyalakan mesin sebentar, lalu mengurasnya sebelum mengganti oli baru.

Namun sebenarnya metode ini memiliki risiko yang cukup besar jika diterapkan pada mobil modern. Solar memiliki tingkat pelumasan yang jauh lebih rendah dibandingkan oli mesin. Jika mesin dinyalakan saat di dalamnya terdapat campuran solar, maka komponen penting seperti crankshaft, camshaft, piston, dan bearing tidak mendapatkan pelumasan yang optimal. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan komponen mesin.

Selain itu, mobil modern memiliki banyak komponen berbahan karet seperti seal dan gasket yang dirancang untuk bekerja dengan oli mesin, bukan dengan bahan bakar seperti solar. Penggunaan solar sebagai cairan flushing berisiko membuat karet menjadi getas atau mengembang sehingga dapat memicu kebocoran oli di kemudian hari.

Sebagai alternatif yang lebih aman, pemilik mobil disarankan menggunakan cairan engine flush khusus yang memang dirancang untuk mesin kendaraan. Produk ini memiliki kandungan pembersih yang cukup kuat untuk mengangkat kotoran namun tetap menjaga pelumasan mesin selama proses pembersihan berlangsung. Cara lain yang lebih aman adalah melakukan penggantian oli secara rutin sehingga penumpukan sludge di dalam mesin dapat dicegah sejak awal.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa tidak merekomendasikan melakukan flushing oli mesin dengan menggunakan solar. Dalam pembuktiannya bisa dilakukan dengan cara memasukkan seal o ring ke dalam cairan solar pasti akan melar dan getas, padahal di dalam komponen mesin mobil banyak sekali seal o ring di dalamnya. Seal o ring yang getas ini lah yang menjadi penyebab adanya komponen kebocoran oli pada komponen mesin mobil.

Kesimpulannya, melakukan flushing oli mesin menggunakan solar sebenarnya tidak direkomendasikan, terutama pada mobil modern. Risiko kerusakan komponen, berkurangnya pelumasan, hingga potensi kebocoran membuat metode ini lebih banyak membawa kerugian dibandingkan manfaat.

(Ihsan Ramadhana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....