Svaranusa 2026 Kampanyekan Paduan Suara di Ruang Publik

  • 23 Mar 2026 19:33 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kegiatan Svaranusa 2026 digelar di halaman Balaikota Solo, Senin, 23 Maret 2026, dengan menghadirkan tembang dolanan anak. Kampanye ini bertujuan menghidupkan kembali pengalaman paduan suara di ruang publik.

Program Manager Svaranusa 2026, Nanang Musha, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye untuk menghadirkan kembali paduan suara di tengah masyarakat. Selama ini, paduan suara dinilai lebih identik dengan ruang formal seperti kampus atau tempat ibadah.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman paduan suara di ruang publik, supaya masyarakat bisa ikut merasakan dan terlibat langsung,” kata Nanang.

Ia menjelaskan, tema yang diangkat tahun ini adalah tembang dolanan anak. Tema tersebut dipilih karena memiliki nilai memori kolektif lintas generasi sekaligus mulai jarang ditemui di ruang publik.

“Kami ingin orang kembali mengingat bahwa kita punya tembang dolanan, sekaligus menghadirkan lagi pengalamannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengajak anak-anak dan masyarakat sekitar untuk ikut bernyanyi bersama. Kegiatan diawali dengan lagu “Padang Bulan” sebagai pengantar sebelum masuk ke sesi dolanan.

Selanjutnya, peserta menyanyikan sejumlah tembang dolanan seperti “Cublak-Cublak Suweng”, “Gundul-Gundul Pacul”, dan “Jamuran” sambil memainkan permainan tradisional. Interaksi ini membuat suasana menjadi lebih hidup dan partisipatif.

Nanang menambahkan, konsep kegiatan tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga melibatkan publik secara langsung. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang masih mengingat lagu-lagu tersebut dan ikut bernyanyi bersama.

“Yang menarik, ternyata banyak yang masih ingat dan bisa mengikuti lagu-lagunya, meskipun tidak semuanya berasal dari paduan suara,” ucapnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar di sejumlah ruang publik lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye sekaligus menghidupkan kembali budaya tembang dolanan di tengah masyarakat. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....