Mesin Awet? Jangan Salah Kebiasaan!
- 26 Feb 2026 13:23 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Setelah menempuh perjalanan jauh, banyak pemilik mobil yang memiliki kebiasaan menekan pedal gas beberapa kali sebelum mematikan mesin. Alasannya beragam, mulai dari “membersihkan mesin”, “menurunkan suhu”, hingga “biar mesin awet”. Namun, benarkah kebiasaan ini memang bermanfaat untuk memperpanjang usia mobil, atau justru hanya mitos yang diwariskan turun-temurun?
Secara teknis, menekan gas sebelum mematikan mesin tidak memberikan manfaat signifikan bagi mesin modern. Saat pedal gas ditekan, putaran mesin (RPM) naik sehingga komponen mesin justru bekerja lebih keras. Dalam kondisi mesin masih panas setelah perjalanan jauh, menaikkan RPM secara tiba-tiba dapat meningkatkan gesekan dan beban kerja, bukan membantu pendinginan.
| Baca juga: CVT Mobil 20 Tahun Wajib Ganti Segelondong? |
Yang sebenarnya lebih dianjurkan adalah membiarkan mesin idle (stationer) selama 30–60 detik sebelum dimatikan. Pada kondisi idle, oli mesin tetap bersirkulasi dengan stabil, membantu menurunkan suhu komponen secara bertahap. Ini jauh lebih aman dibandingkan menggeber gas, terutama setelah mobil dipacu dalam waktu lama atau kecepatan tinggi.
Kebiasaan menunggu mesin idle ini menjadi lebih penting pada mobil bermesin turbo. Turbocharger berputar sangat cepat dan bekerja pada suhu tinggi. Jika mesin langsung dimatikan setelah perjalanan jauh, sirkulasi oli akan berhenti mendadak, sehingga panas dapat terjebak di turbo dan mempercepat keausan komponen. Namun sekali lagi, solusinya adalah idle pelan, bukan menekan gas.
Pada mobil non-turbo atau mobil harian modern dengan sistem pendinginan yang baik, kebutuhan untuk “ritual” sebelum mematikan mesin sebenarnya tidak terlalu krusial. Sistem pendingin, material mesin, dan oli modern sudah dirancang untuk menghadapi kondisi kerja berat. Selama perawatan rutin dilakukan dengan benar, mesin tetap awet tanpa perlu kebiasaan menggeber gas.
Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia berpendapat bahwa kebiasaan menekan gas sebelum mematikan mesin ini tidak sepenuhnya buruk. Secara teori ketika gas ditekan sedikit tinggi maka oli mesin yang dipompa akan semakin banyak pula. Tujuannya adalah supaya oli dapat naik keatas dan akan menetesi atau melapisi komponen-komponen pcv valve dengan lebih lama.
Namun perlu diketahui bahwa kebiasaan ini sudah tidak relevan lagi, sebab oli mesin mobil jaman dahulu berbeda dengan oli mesin mobil jaman sekarang yang telah lebih canggih dan memiliki additive yang lebih kaya seperti oil friction yang memiliki kemampuan melapisi komponen-komponen mesin dengan lebih baik. Merawat mobil sejatinya bukan soal kebiasaan lama, melainkan memahami cara kerja mesin sesuai teknologi saat ini. Dengan perawatan yang tepat dan penggunaan yang bijak, usia mesin mobil bisa tetap panjang tanpa perlu ritual yang keliru.
(Ihsan Ramadhana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....