Kain Lurik dari Kesederhanaan Menjadi Gaya Elegan dan Modis
- 23 Feb 2026 16:13 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA - Kain lurik kini semakin populer di kalangan anak muda, pecinta fashion, dan generasi milenial. Transformasi lurik dari kain tradisional berkesan klasik menjadi busana modern, seperti blazer, outer, dan pakaian santai yang stylish, membuatnya digandrungi sebagai tren fashion formal maupun harian. Desain dan model lurik terus menyesuaikan selera pasar dan perkembangan gaya.
Salah satu pegiat pelestari kain lurik, Indrias Sentir mengatakan untuk tren lurik model tahun 2026 dengan ful motif lurik lurik. Dibanding tahun tahun 2024 sampai akhir 2025 tren lebih ke lurik polosan.
" Untuk tren 2026 ini balik ke lurik. Jadi lurik itu tidak semua garis garis namanya lurik polosan . Pada tahun 2024 orang suka lurik polosan 2025 akhir suka ke lurik lurik garis' ungkapnya.
Sementara warna kearah merah bata dengan model simple tidak terlalu banyak aksen namun los. Lebih lanjut Owner dari lurik Sentir menjelaskan, berbagai desain yang dibuatnya sangat cocok dipakai saat moment apa saja baik untuk acara formal maupun santai. Untuk model formal dengan model blazer dan jas yang biasanya dipakai ke kantor atau kerja . Sedangkan untuk nonformal dengan model casual untuk pergi yang dapat dipakai semua usia.
Indrias yang sudah berkecimpung di fashion kain lurik selama 13 tahun produknya tidak hanya dikenal di pasar lokal namun tembus ke luar negeri seperti Singapura dan Belgia.
" Pasar lokal diantaranya ada di Bali, Jakarta , Bandung dan Surabaya, " katanya .
Berbagai model lurik yang didesain sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti perkembangan model . dari setiap lurik yang dibuat mengandung nilai filosofi . Lebih lanjut dikatakan, produksi kain sendiri ada di Klaten dan proses jahit di rumah Nusukan Solo. Produksi pakaian dapat dengan custom atau juga di galeri yang tersedia. Untuk harga dari terendah 400 ribu hingga jutaan rupiah.
Indrias yang memiliki hobby mendesain baju yang juga seorang mantan dosen disalah satu PTS di Solo jurusan Teknologi Pangan ini dan aktif di event organizer ini berharap, lurik yang merupakan karya leluhur yang harus dilestarikan dan dihargai dengan baik itu berharap semua orang dapat bangga dan nyaman menggunakannya .
Tantangan sekarang ini menurutnya, adanya perekonomian global yang kurang baik akibat tekanan situasi dunia yang berdampak terhadap penjualannya sejak tahun 2025," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....