CC Mesin Lebih Kecil Belum Tentu Irit

  • 20 Feb 2026 11:37 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Di dunia otomotif, banyak yang beranggapan bahwa mesin berkapasitas lebih kecil (CC kecil) pasti lebih irit bahan bakar. Namun, muncul pertanyaan menarik: bagaimana jika dua mobil memiliki bobot bodi yang sama, tetapi kapasitas mesin berbeda? Apakah mesin yang lebih besar justru bisa lebih irit? Kasus Suzuki Grand Vitara 2.4 vs 2.0 sering dijadikan contoh nyata untuk membahas hal ini.

Pada Suzuki Grand Vitara, baik varian mesin 2.0 maupun 2.4 menggunakan bodi dan platform yang relatif sama. Artinya, beban yang harus digerakkan mesin hampir identik. Di sinilah teori efisiensi mesin mulai bermain. Mesin 2.4 memiliki torsi yang lebih besar dibandingkan mesin 2.0, sehingga untuk menggerakkan bodi yang sama, mesin 2.4 tidak perlu bekerja sekeras mesin 2.0, terutama saat akselerasi dan melaju di kecepatan konstan.

Mesin dengan torsi lebih besar biasanya dapat mempertahankan kecepatan pada putaran mesin (RPM) yang lebih rendah. Kondisi ini membuat throttle tidak perlu dibuka lebih dalam, sehingga suplai bahan bakar bisa lebih stabil dan efisien. Pada penggunaan harian seperti jalan luar kota atau tol, Grand Vitara 2.4 sering kali terasa lebih santai dan tidak “ngoyo” dibandingkan versi 2.0.

Sebaliknya, mesin 2.0 yang kapasitasnya lebih kecil harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi bobot bodi yang sama. Saat tanjakan, membawa penumpang penuh, atau melakukan akselerasi, RPM cenderung naik lebih tinggi. Di sinilah konsumsi BBM bisa menjadi kurang efisien, meskipun secara teori CC yang lebih kecil seharusnya lebih hemat.

Namun perlu dicatat, efisiensi ini sangat bergantung pada gaya berkendara. Jika pengemudi sering memanfaatkan tenaga besar mesin 2.4 dengan akselerasi agresif, maka konsumsi BBM jelas akan lebih boros. Sebaliknya, jika digunakan secara santai dan konsisten, mesin 2.4 justru bisa menyamai atau bahkan melampaui keiritan mesin 2.0 dalam kondisi tertentu.

Ko Lung Lung Founder Dokter Mobil Indonesia satu pendapat bahwa belum tentu mobil yang memiliki CC lebih kecil otomatis akan lebih irit dibandingkan dengan mobil yang memiliki CC lebih besar. Dapat dicontohkan pada kasus mobil Suzuki Grand Vitara 2.400 CC secara teori akan mengkonsumsi bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan dengan 2.000 CC.

Namun apabila mesin 2.400 CC ditaruh pada body dengan bobot yang sama misalkan sama-sama seberat 1 ton, maka mesin 2.400 CC akan menggunakan tenaga lebih sedikit daripada torque optimum powernya dibandingkan dengan mesin 2.000 CC. Varian 2.4 berpotensi lebih irit dalam penggunaan tertentu karena torsi lebih besar dan kerja mesin yang lebih ringan. Jadi, irit atau tidaknya BBM bukan hanya soal CC mesin, tetapi juga keseimbangan antara bobot kendaraan, karakter mesin, dan cara mengemudi.

(Ihsan Ramadhana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....